Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Apa Itu ETF Bitcoin Spot: Defisini, Cara Kerja, dan Harga

Berikut penjelasan singkat soal ETF Bitcoin Spot. Mulai dari definisi, cara kerja, hingga harga jual.
Ilustrasi ETF Bitcoin Spot. JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P
Ilustrasi ETF Bitcoin Spot. JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Regulator Amerika Serikat (AS) telah menyetujui Exchange-Traded Fund atau ETF Bitcoin Spot dan telah menghasilkan perdagangan senilai US$4,6 miliar berdasarkan data Bursa Saham London (LSEG) atau sekitar Rp71,5 triliun pada Kamis sore (11/1/2024). Lantas apa itu ETF Bitcoin Spot?

Persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menjadi momen yang penting bagi Bitcoin, yakni mata uang kripto terbesar di dunia dan industri kripto secara keseluruhan. 

“Ini merupakan hal positif yang sangat besar bagi pelembagaan bitcoin sebagai kelas aset,” jelas direktur pelaksana dan analis fintech senior di Rosenblatt Securities, Andrew Bond dikutip dari Reuters. 

Definisi ETF Bitcoin Spot

ETF Bitcoin adalah  dana investasi publik yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap bitcoin (BTC) tanpa benar-benar memiliki mata uang kripto tersebut.

Adapun, ETF Bitcoin diperdagangkan di bursa sekuritas tradisional seperti  New York Stock Exchange (NYSE), Chicago Board Options Exchange (CBOE) dan Nasdaq.

Jika Anda berinvestasi dalam ETF Bitcoin, maka Anda tidak membeli Bitcoin tersebut secara langsung, namun membeli saham di reksa dana yang menyimpan bitcoin. 

Adapun, hal tersebut dirancang untuk memudahkan investor tradisional mendapatkan eksposur ke pergerakan harga bitcoin tanpa harus membeli dan menyimpan mata uang digital secara aman, sehingga mengurangi hambatan teknologi dalam berinvestasi kripto.

Untuk mengatasi masalah manipulasi SEC, Nasdaq dan CBOE telah menciptakan mekanisme pengawasan pasar dengan Coinbase, bursa mata uang kripto terbesar di AS.

Para penerbit berencana mengenakan biaya mulai dari 0,20% hingga 0,8%, jauh di bawah rata-rata pasar ETF yang lebih luas.

Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin

Cara Kerja ETF Bitcoin Spot 

Cara kerja ETF Bitcoin Spot mirip dengan reksa dana yang diperdagangkan di bursa. Penerbit ETF, atau biasanya perusahaan manajemen aset, membeli aset dasar dan menyimpannya dengan aman di kustodian. 

Setelahnya, penerbit menerbitkan saham ke reksa dananya untuk memberi investor akses ke aset acuan yang disimpan di reksa dana tersebut.

Nantinya, sebagai imbalan  atas biaya pengelolaan dana tahunan, lembaga keuangan mengelola pembelian, penyimpanan, dan penyimpanan bitcoin atas nama investor ETF.

Untuk itu, saat Anda berinvestasi di ETF Bitcoin Spot, pada dasarnya Anda membeli saham dalam kumpulan bitcoin. 

Harga ETF Bitcoin Spot

Nilai saham dari Bitcoin ETF mencerminkan kinerja Bitcoin. Saat harga Bitcoin bergerak, nilai saham ETF kemudian akan mengikuti. Untuk memastikan saham ETF tetap sejalan dengan harga Bitcoin, pembuat pasar secara aktif membeli dan menjual, menjaga keseimbangan antara penawaran dan permintaan. 

Kemudian, jika harga ETF mulai menyimpang dari harga Bitcoin sebenarnya, maka para ‘pembuat pasar’ akan turun tangan untuk memulihkan keseimbangan, dengan menghasilkan laba dalam prosesnya. 

Bagi industri kripto, ETF Bitcoin Spot adalah kemenangan besar, dengan meningkatkan legitimasi industri mata uang kripto dan mendorong bitcoin lebih jauh ke arus utama. 

Peluncuran ETF Bitcoin Spot juga membutuhkan persetujuan regulasi dairi SEC, sehingga memberikan tingkat legitimasi dan pengawasan tambahan terhadap mata yang kripto. 

ETF terdaftar di bursa saham yang diatur secara ketat, sehingga dapat diakses  melalui akun pialang investor ritel yang ada, yang juga diawasi secara ketat.

Kemudian, ETF Bitcoin Spot juga memudahkan investor ritel untuk mendapatkan paparan terhadap Bitcoin tanpa tantangan teknis dalam pengelolaan dompet (wallet) dan keamanan kunci pribadi, sehingga lebih ramah dan familiar. 

Peluncuran ETF Bitcoin spot juga menandakan bahwa pasar kripto telah matang, hingga mencapai titik dimana dapat mendukung produk investasi yang teregulasi dan terstandarisasi. Hal ini dapat menarik lebih lagi modal institusional dan meningkatkan stabilitas pasar. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper