Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengusaha Ritel Berharap Tak Ada Gejolak Pemilu 2024, Ini Alasannya

Pengusaha menyebut gelaran Pemilu 2024 dapat memberikan dampak positif terhadap sektor ritel.
Ilustrasi inflasi atau kenaikan harga bahan-bahan pokok. Pelanggan memilih barang kebutuhan di salah satu ritel modern di Depok, Jawa Barat, Minggu (30/7/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Ilustrasi inflasi atau kenaikan harga bahan-bahan pokok. Pelanggan memilih barang kebutuhan di salah satu ritel modern di Depok, Jawa Barat, Minggu (30/7/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berharap bisnis ritel dapat tetap tumbuh positif di tengah tahun politik pada 2024.

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis ritel, Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey, berharap peserta pemilihan umum atau Pemilu 2024 dapat menjaga kondusivitas jelang pesta demokrasi yang jatuh pada 14 Februari 2024.

Roy menyampaikan, jika tidak terjadi kondusivitas selama tahun politik ini, maka sektor ritel menjadi sektor yang lebih dulu terdampak akibat adanya gejolak-gejolak sosial. Pasalnya, masyarakat akan berhenti bergerak karena kondisi yang tidak kondusif.

“Karena masyarakat akan berhenti untuk bergerak. Kalau mereka berhenti bergerak karena tidak kondusif, mereka kan tidak datang ke retail, mereka tidak datang ke mall, mengurangi belanja, menahan belanja, dan macam-macam. Itu sangat merugikan,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Kamis (16/11/2023).

Roy mengatakan pesta demokrasi dapat memberikan dampak positif terhadap sektor ritel lantaran adanya peningkatan konsumsi, baik seragam, makanan minuman, sembako dan lainnya.

Namun, hal ini menjadi negatif ketika para pelaku pesta demokrasi tidak menjalankan pemilu dengan dewasa. Oleh karena itu, dia berharap para peserta Pemilu 2024 dalam menjalankan Pemilu dengan dewasa.

“Jadi boleh berpesta. Artinya hingar-bingar seperti layaknya suatu pesta, tetapi harus tetap kondusif. Tidak terjadi yang namanya saling menjelekkan, tidak terjadi saling mengangkat kekurangan-kekurangan, tapi semuanya itu berbicara bagaimana untuk kemajuan dan kebangkitan ekonomi dan kebangkitan Indonesia,” ujarnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper