Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jual Neo Soho Mall, Pendapatan Agung Podomoro (APLN) Masih Anjlok 47%

PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mencatatkan penurunan pendapatan usaha sampai dengan kuartal III/2023 sebesar 47 persen secara tahunan.
Kawasan Podomoro City, Jakarta. Kawasan ini terdiri dari beberapa properti, mulai dari Central Park hingga Neo Soho Mall./agungpodomoro
Kawasan Podomoro City, Jakarta. Kawasan ini terdiri dari beberapa properti, mulai dari Central Park hingga Neo Soho Mall./agungpodomoro

Bisnis.com, JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mencetak pendapatan usaha sampai dengan kuartal III/2023 sebesar Rp3,92 triliun atau susut 47% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,39 triliun.

Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan, penjualan dan pendapatan usaha APLN tersebut sudah termasuk penjualan Neo Soho Mall sebesar Rp1,3 triliun pada September 2023. Sementara itu, penjualan Central Park Mall pada September 2022 menghasilkan pendapatan senilai Rp4,08 triliun.

Sementara terkait kinerja Perseroan yang mengalami penyusutan, Justini menjelaskan bahwa perusahaan pada tahun ini memang tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk pertumbuhan industri properti yang belum sesuai harapan. 

Manajemen APLN juga menilai, penjualan Neo Soho Mall menjadi keputusan penting yang dilakukan oleh APLN dalam upaya memperkuat likuiditas, terutama digunakan untuk membayar sebagian pinjaman.

“Penjualan sektor properti masih sangat dinamis, penuh tantangan, terutama akibat daya beli konsumen yang belum kuat. Hal tersebut berdampak pada pendapatan Perusahaan dari penjualan proyek-proyek properti yang turun pada periode ini,” jelas Justini Omas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/10/2023).

Sementara itu, sepanjang 9 bulan pertama tahun 2023, marketing sales APLN tercatat sebesar Rp933 miliar, turun 41% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp1,58 triliun. Penjualan yang menurun berdampak pada laba kotor Perusahaan pada periode ini yang terpangkas 62,9% menjadi sebesar Rp1,63 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,39 triliun.

Adapun, laba komprehensif APLN juga terpangkas 47,5% menjadi sebesar Rp1,35 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp2,57 triliun.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, laba komprehensif dalam periode 9 bulan tahun 2023 ini sebagian besar berasal dari tender offer obligasi dolar Amerika yang menghasilkan pendapatan nontunai senilai Rp1,01 triliun. Namun demikian, kami masih memiliki obligasi dolar Amerika sebesar US$131,96 juta atau sekitar Rp2,05 triliun yang akan jatuh tempo pada Juni 2024,” ujar Justini.

Untuk menjaga kelangsungan bisnis Perusahaan, Justini menambahkan, APLN akan terus mempercepat pembangunan proyek-proyek properti yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan Perusahaan, di antaranya proyek Kota Podomoro Tenjo, Bukit Podomoro Jakarta, Podomoro Park Bandung, Parkland Podomoro Karawang, serta Borneo Bay City di Balikpapan yang merupakan kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Dengan telah terjualnya Central Park Mall dan Neo Soho Mall, kami berusaha mengoptimalkan pendapatan dari bisnis perhotelan dan pusat perbelanjaan lainnya yang tetap tumbuh positif. Melalui dua segmen bisnis tersebut, pendapatan berulang APLN dalam periode sembilan bulan tahun 2023 ini mencapai Rp 1,07 triliun, hampir sama dengan periode sama tahun lalu,” tutup Justini.  


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper