Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonom Bank Singapura (DBS) Sebut Pemodal Asing Menahan Diri Investasi di Indonesia

Ekonom DBS Group Research dari Bank DBS yang berpusat di Singapura menyebutkan investor asing menahan diri investasi di Indonesia hingga jelang Pemilu.
Gedung Bank DBS Indonesia di Jakarta/dok. DBS
Gedung Bank DBS Indonesia di Jakarta/dok. DBS

Bisnis.com, JAKARTA -- DBS Group Research, lini penelitian dari bank asal Singapura DBS Indonesia mencatat investor asing sampai saat ini masih menahan diri untuk melakukan investasi di Indonesia. Langkah ini terutama kepastian program ekonomi yang ditawarkan calon pemimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Head of Research DBS Group Research, Maynard Arif berpandangan bahwa sampai saat ini ketiga paslon capres-cawapres masih belum memiliki visi dan misi yang jelas pada sektor perekonomian di Indonesia.

Maka dari itu, menurutnya, investor asing masih menunggu dan melihat apa saja visi dan misi dari masing-masing paslon capres-cawapres sehingga investor bisa menanam modal di Indonesia.

"Biasanya kan investor asing itu pasti bakal melihat dulu kebijakan mereka seperti apa dan menunggu siapa yang akan menang," tuturnya di Jakarta, Senin (2/10).

Selain itu, menurutnya, sejauh ini masih belum ada paslon capres-cawapres yang akan mengikuti dan melanjutkan Presiden Jokowi di sektor ekonomi, mengingat ketiga paslon capres-cawapres masih belum membeberkan visi dan misinya secara detail.

"Jadi nanti kalau sudah kampanye dan sudah ada gambaran seperti apa visi dan misinya, itu baru bisa menarik minat investor," katanya.

Dia pun meramalkan bahwa investor asing baru akan menanamkan modal ke Indonesia di awal 2024. Utamanya setelah kampanye dimulai.

"Jadi sampai akhir tahun masih ada potensi dari investor asing masuk ke Indonesia, tapi mungkin di awal-awal tahun 2024, karena mereka itu akan menunggu hasil pemilu itu sendiri," ujarnya.

Meski investor asing menunggu, dia menyebutkan ekonomi Indonesia tetap tangguh seiring kepercayaan konsumen yang tinggi. "Setelah pandemi berakhir, rumah tangga mengkonsumsi lebih banyak dan menabung lebih sedikit," katanya menjelaskan tren ekonomi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper