Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Redam Harga Beras, Perum Bulog Gelontorkan 4.500 Ton ke Pasar Induk Cipinang

Sebanyak 4.500 ton beras akan disalurkan ke 50 pedagang terverifikasi sebanyak 1.500 ton dan 3.000 ton dikirim ke gudang Food Station BUMD DKI di PIBC.
Aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang, Kamis (10/8/2023)./ BISNIS - Dwi Rachmawati
Aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang, Kamis (10/8/2023)./ BISNIS - Dwi Rachmawati

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Perum Bulog akan mengirimkan total 4.500 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) untuk mengisi kebutuhan pasar dan menekan lonjakan inflasi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyampaikan, penyaluran beras ke PIBC merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar cakupan beras Bulog terus diperluas sehingga dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Untuk tahap awal, Bulog akan mengirimkan total 4.500 ton ke PIBC,” kata Arief dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (16/9/2023).

Arief menuturkan total 4.500 ton beras tersebut akan disalurkan ke 50 pedagang terverifikasi sebanyak 1.500 ton dan 3.000 ton dikirim ke gudang Food Station BUMD DKI di PIBC.

Adapun 50 pedagang yang sudah diverifikasi oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta ini masing-masing mendapatkan 30 ton beras.

Dalam penyalurannya, pemerintah menetapkan harga beras SPHP di PIBC paling tinggi Rp10.385 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen Rp10.900 per kilogram. 

Dengan dibanjirinya PIBC dengan beras SPHP, Arief berharap harga beras di pasaran dapat kembali turun. Selain itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak membeli melebihi kebutuhan normal, lantaran stok beras tersedia dan cukup.

“Jadi saya mengimbau kepada seluruh masyarakat  agar berbelanja bijak, tidak perlu memborong beras di luar kebutuhan normal, karena stok beras yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar,” pungkasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper