Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kronologi WNI jadi Dalang Skandal Penggelapan Dana Wirecard

Edo Kurniawan, WNI yang kini menjadi buronan dari dalang skandal Wirecard melarikan diri dari Singapura karena menggelapkan dana. Simak kronologinya!
Tampilan aplikasi Wirecard AG di sebuah smartphone./Bloomberg-Alex Kraus
Tampilan aplikasi Wirecard AG di sebuah smartphone./Bloomberg-Alex Kraus

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil presiden Wirecard Asia untuk pengendalian dan keuangan internasional Edo Kurniawan melarikan diri dari Singapura dan menjadi buronan. Simak kronologi WNI yang menjadi dalang skandal Wirecard. 

Mengutip Channel News Asia (CNA) pada Selasa (20/6), diketahui bahwa dua mantan karyawan Wirecard Asia dipenjara karena membantu sang atasan menggelapkan dana. Dua mantan karyawan tersebut adalah WNI dan penduduk tetap Singapura, James Aga Wardhana dan mantan kepala keuangan Wirecard Asia, Chai Ai Lim, warga negara Singapura. 

Sementara itu, Edo Kurniawan, yang berstatus sebagai warga negara Indonesia, masih menjadi buronan dan telah mendapatkan interpol red notice. Hukuman ini bahkan menjadi hukuman Wirecard pertama di Singapura dan secara global.

Simak kronolgi WNI bernama Edo Kurniawan menjadi dalang skandal Wirecard di Singapura

Pada 2018, Edo meminta bantuan kepada Wardhana dan Chai secara terpisah untuk membantu mentransfer dana dari Wirecard. Edo menghubungi Chai dan mengatakan bahwa dirinya perlu mentransfer sebesar S$100.000 dari Wirecard Asia.Setelah Chai memberitahu Edo bahwa ada dana yang tersedia, Edo kemudian mendekati manajer pengendali Krystal See Lee Wee dan memberitahunya bahwa dia membutuhkan uang tunai dengan segera. 

Edo kemudian meminta See untuk mengambil pinjaman dari Wirecard Asia sebelum menarik uang tunai untuknya, dan mengatakan pinjaman tersebut akan diubah menjadi bonus baginya. 

Edo kemudian memberitahu Chai mengenai rencana tersebut. Meskipun awalnya ragu, Chai kemudian mengatur transfer sebesar S$47.000 ke rekening pribadi See setelah Edo mengubah jumlahnya.

See kemudian mengikuti instruksi Edo, dengan menarik uang tunai sebesar  S$40.250 dan diberikan kepada orang tidak dikenal, lalu menarik S$3.310 untuk Edo dan  S$3.440 untuk biaya pribadinya.Pinjaman See tidak pernah diubah menjadi bonus. Wirecard Asia menderita kerugian total sebesar S$88.200 karena tindakan Chai, atau setara dengan Rp983 juta. 

Pelanggaran Wardhana dan Edo Kurniawan

Wardhana sendiri bertanggung jawab dalam membuat prosedur operasional standar untuk departemen keuangan di Wirecard Asia dan melapor kepada Edo. 

Edo beberapa kali meminta Wardhana untuk mencari cara mendapatkan S$100.000. Edo juga mengatakan kepadanya bahwa ia dapat mengatur agar Wirecard Asia membayarkan uang tersebut kepada Wardhana sebagai bonus. Wardhana kemudian mengatakan bahwa ia tidak memiliki cara untuk mendapatkan uang tersebut. 

Kemudian, Edo mengirimkan email kepada atasan Wardhana dan berbohong bahwa Wardhana ingin mengundurkan diri. Edo menyarankan agar perusahaan membayar Wardhana S$100.000 sebagai bonus variabel untuk mempertahankan Wardhana.

Singkat cerita, Edo mengatur agar uang tersebut ditransfer ke Wardhana. Sebelum Wardhana menerima uangnya, Edo meminta ia untuk menarik S$100.000 dari rekening bank pribadinya dan memberikannya kepada seseorang.

Edo kemudian melakukannya dan menerima “bonus” S$100.000 dari Wirecard. Wardhana juga mengikuti instruksi Edo dan membantu mempersiapkan faktur palsu dan bertemu pihak lain untuk transfer uang.Pelanggaran wardhana menyebabkan Wirecard Asia mengalami kerugian total sebesar S$223.070 atau setara Rp2,4 miliar.

Perkembangan Terkini Skandal Wirecard

Mengutip Bloomberg pada Kamis (22/6), Otoritas Singapura menjatuhkan denda sebesar US$2,8 juta kepada empat lembaga keuangan yang terkait dengan skandal Wirecard. 

Keempat lembaga tersebut diketahui adalah DBS Group Holdings Ltd, Oversea-Chinese Banking Corp. serta entitas lokal Citigroup Inc. dan Swiss Life Holding AG.

Monetary Authority of Singapore (MAS) sendiri mengatakan bahwa keempat bank terbukti tidak memiliki kontrol pencucian uang dan pendanaan terorisme yang memadai, saat bertransaksi dengan pihak-pihak yang terkait dengan Wirecard.

Lantaran Singapura dikenal sebagai pusat keuangan dan kejayaan utama, negara tersebut kemudian berupaya mengekang aliran ilegal dengan mengesahkan UU yang membuka jalan bagi bank untuk berbagi informasi dengan klien yang berpotensi berisiko. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper