Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bulog Telah Serap 500.000 Ton Beras Petani Dalam Negeri

Sebanyak 500.000 ton beras dalam negeri telah diserap Bulog hingga minggu ketiga Mei 2023.
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog mencatat hingga minggu ketiga Mei 2023 pihaknya telah menyerap beras dalam negeri tahun ini sebanyak 500.000 ton. 

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menyampaikan realisasi penyerapan itu sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Realisasi penyerapan beras dalam negeri tahun ini sampai dengan minggu ketiga bulan Mei sebanyak 500.000 ton. Ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 400.000 ton,” kata Iqbal dalam keterangan resmi, Kamis (25/5/2023).

Perum Bulog sendiri memiliki 1.682 unit gudang dengan kapasitas penyimpanan 4 juta ton sehingga gudang Bulog masih memiliki banyak ruang untuk menyerap produksi petani dalam negeri di seluruh wilayah nusantara, yang realisasinya akan terus bertambah kedepannya.

Selain untuk mengamankan stok cadangan beras pemerintah, kegiatan penyerapan gabah/beras petani dalam negeri ini bertujuan untuk menggenjot perekonomian di tingkat petani. Tak hanya itu, penyerapan ini juga berdampak terhadap stabilisasi harga di tingkat petani. 

Stok cadangan beras pemerintah ini, selanjutnya digunakan untuk penyaluran bansos pangan, penyaluran operasi pasar, serta kebutuhan penyaluran lainnya.

“Dengan penyerapan beras dalam negeri tersebut kemudian ditambah realisasi impor yang sudah tiba saat ini sebanyak 350.000 ton dari partai pertama sebanyak 500.000 ton, maka jumlah stok cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang-gudang Bulog seluruh Indonesia saat ini ada sebanyak 560.000 ton,” pungkasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper