Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

GIAA Siap Buka Rute ke China Lagi Kuartal II/2023

Dengan pembukaan perbatasan China, menjadi kabar baik untuk kembali membuka rute ke China.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  21:52 WIB
GIAA Siap Buka Rute ke China Lagi Kuartal II/2023
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia terparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) siap membuka rute ke Guangzhou setelah kebijakan Pemerintah China membuka pembatasan perjalanan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa selama pandemi mendera, perseroan tetap melayani rute penerbangan ke China. Khususnya, untuk mengakomodir kebutuhan pengiriman barang atau kargo antarnegara. 

Alhasil dengan pembukaan kembali perbatasan China menjadi kabar baik bagi perseroan dalam mengkaji kembali rute ke China secara bertahap bagi penerbangan penumpang.

“Pada tahap awal, kami rencanakan dimulai dari pengoperasian rute penerbangan Jakarta – Guangzhou. Kami proyeksikan rute tersebut dapat dilayani pada kuartal II/2023,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (24/1/2023).

Dalam proses membuka rute tersebut, GIAA berupaya meningkatkan kapasitas produksi, restorasi pesawat, dan tingkat utilisasi pesawat. Rencananya, seperti pada pengoperasian sebelum pandemi, layanan penerbangan dari dan menuju China sebagian besar menggunakan pesawat Airbus A330-300 dengan kapasitas 251 kursi.

Seperti yang dilansir dan dikutip dari BBC, Selasa (24/1/2023), masyarakat China berbondong-bondong memesan tiket pesawat ke luar negeri setelah pemerintah mengumumkan rencana pembukaan pembatasan perjalanan bulan depan.

Sejumlah situs perjalanan mencatat lonjakan angka pengunjung sejak rencana tersebut diumumkan pada Senin (26/12). Kebijakan itu mencakup penghapusan syarat wajib karantina bagi pendatang mancanegara.

Menurut kantor imigrasi China, bagi masyarakat China yang ingin terbang ke luar negeri, pengajuan pembuatan paspor akan dibuka kembali pada 8 Januari, kata kantor imigrasi China.M eski begitu, turis China tidak dapat masuk ke semua negara tujuan tanpa syarat perjalanan.

Irfan menggambarkan selama masa pandemi, sejak 2020 hingga 2022, lini kargo mendominasi pasar di rute China disusul pasar charter penumpang repatriasi. 

Dengan diberlakukannya relaksasi mobilitas  oleh pemerintah China, emiten berkode saham GIAA tersebut melihat potensi penumpang dari sektor bisnis akan menjadi segmen pasar yang bakal berkembang pesat.

Selama ini, pasar penerbangan ke China pandemi berkontribusi terhadap pendapatan GIAA sebesar 10 persen -15  persen selain sektor penerbanganan ke Timur Tengah.

“Pembukaan kembali border wisatawan Tiongkok tentunya menjadi outlook positif tersendiri bagi upaya percepatan pemulihan kinerja yang terus kami optimalkan yang salah satunya  dilaksanakan melalui pengembangan jaringan penerbangan internasional,” katanya..

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Garuda Indonesia maskapai penerbangan
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top