Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Permintaan Rumah Seken Diramal Tumbuh 7 Persen Tahun Depan

Pakar properti memproyeksikan pasar rumah seken akan tumbuh 6-7 persen pada 2023.
Ilustrasi investasi properti dan real estat/Freepik
Ilustrasi investasi properti dan real estat/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Properti residensial khususnya rumah secondary atau rumah seken diproyeksi mengalami pertumbuhan 6-7 persen pada 2023.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit, proyeksi pertumbuhan tersebut sejalan dengan perkiraan World Bank dan IMF terkait perekonomian Indonesia yang masih relatif stabil di angka 5-5,2 persen.

"Maka enggak ada persoalan mendasar yang mempengaruhi pasar rumah seken tahun depan. Artinya, akan tetap tumbuh paling tidak 6-7 persen dibandingkan tahun ini," kata Panangian kepada Bisnis, Rabu (30/11/2022).

Dia melaporkan permintaan rumah seken pada tahun ini naik 5 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Begitupun, dari sisi pasokan yang terus meningkat di tahun ini.

Menurutnya, banyak orang mulai menjual properti dengan harga yang kompetitif karena kebutuhan dana cash. Di wilayah Jakarta, marak penjualan rumah seken terjadi di kawasan elit, seperti Pondok Indah, Kelapa Gading, Menteng.

"Ada juga pengusaha-pengusaha yang membutuhkan cash, nah, biasanya mereka ini akan jual lebih rendah dari harga pasar," ujarnya.

Panangian melihat pencari rumah seken didominasi oleh segmen kelas atas yang perekonomiannya sedang meningkat, misalnya pengusaha, direktur, CEO, pejabat tinggi, ASN, dan lainnya.

Kaum borjuis Jakarta menjadi segmen yang mendominasi pasar rumah seken. Pasalnya, pembayaran rumah seken itu umumnya cash keras alias dilakukan kurang lebih sebulan sejak kesepakatan jual beli. Hal ini membuktikan bahwa pembeli rumah seken lebih mapan ekonominya ketimbang pembeli rumah baru dengan KPR.

"Kebanyakan konsumen memilih rumah seken di kisaran harga Rp1 miliar-Rp25 miliar di seluruh kawasan Jabodetabek," imbuhnya.

Di samping itu, Country Manager 99 Group Indonesia Maria Herawati Manik mengatakan, rumah seken masih akan tinggi permintaannya mengingat kebutuhan hunian atau backlog di angka 12,7 juta rumah tangga.

"Saat ini masih menunjukkan peningkatan tren secara pasokan dan harga secara month-on-month maupun year-to-year,"

Berdasarkan data Rumah123.com, anak usaha 99 Group, secara keseluruhan harga rumah seken di Indonesia tumbuh 0,1 persen pada Oktober 2022 dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan harga rumah seken tahun ini juga lebih tinggi dibandingkan Oktober 2021.

Kenaikan harga juga diikuti dengan peningkatan pasokan sebesar 2 persen secara bulanan. Angka ini diketahui dari survei 13 kota besar di Indonesia, seperti Jabodetabek, Bandung, Medan, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.

Sementara itu, faktor eksternal, seperti resesi, inflasi, dan isu tahun politik disebut tidak akan terlalu banyak memengaruhi prospek pasar rumah seken. Hal ini karena potensi permintaan yang stabil dengan harapan dapat terus terjaga sepanjang 2023.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper