Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Luhut: Ekspor Bahan Baku Baterai Tembus Rp27,05 Triliun, Naik 454,8 Persen!

Menko Luhut melaporkan ekspor produk antara bahan baku baterai mencapai Rp27,05 triliun pada 2022 atau naik 454,8 persen dari pencatatan sepanjang 2021.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 November 2022  |  16:47 WIB
Luhut: Ekspor Bahan Baku Baterai Tembus Rp27,05 Triliun, Naik 454,8 Persen!
Menko Luhut Binsar Pandjaitan di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali pada Minggu (13/11 - 2022). Bisnis/Khadijah Shahnaz.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melaporkan ekspor produk antara bahan baku baterai, Mix Hydroxide Precipitate (MHP) sudah mencapai US$1,72 miliar atau setara dengan Rp27,05 triliun, asumsi kurs Rp15.731, hingga akhir tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan torehan ekspor itu naik 454,8 persen dari pencatatan sepanjang 2021 yang berada di angka US$0,31 miliar atau setara dengan Rp4,87 triliun.

Pertumbuhan ekspor produk antara bahan baku baterai listrik itu sudah jauh melewati catatan ekspor produk turunan nikel kadar tinggi, besi dan baja yang hanya mengalami kenaikan 10,54 persen pada periode yang sama.

Seperti diketahui, torehan ekspor besi dan baja pada tahun lalu berada di angka US$20,95 miliar atau setara dengan Rp329,56 triliun. Di sisi lain, torehan ekspor sepanjang 2022 naik tipis di kisaran US$23,16 miliar atau setara dengan Rp364,32 triliun.

“Tapi kalau kita lihat ekspor besi baja dan bahan baku baterai Indonesia ke dunia kita akan bisa hampir US$30 miliar, ini yang sebenarnya yang buat ekonomi kita,” kata Luhut saat peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional investasi 2022 seperti disiarkan dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (30/11/2022).

Menurut Luhut, keberhasilan ekspor itu tidak lepas dari komitmen pemerintah untuk melakukan hilirisasi pada 2015 lalu. Kendati demikian, Luhut mengatakan, pemerintah tengah mencari mitra strategis untuk mengembangkan lebih lanjut olahan produk antara bahan baku baterai di dalam negeri.

“Kemarin saya makan siang dengan pemilik CATL, yang mengontrol 40 persen pasar dunia, dia datang dengan timnya lengkap dia sampaikan mau membangun ekosistem yang utuh di sini,” kata Luhut saat peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional investasi 2022 seperti disiarkan dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (30/11/2022).

Luhut mengatakan CATL berkomitmen untuk berinvestasi sebesar US$35 miliar atau setara dengan Rp550,58 triliun untuk pembangunan ekosistem baterai lithium kendaraan listrik di Indonesia.

Komitmen itu disampaikan langsung CEO CATL, Robin Zeng saat makan siang dengan Luhut, Selasa (29/11/2022) kemarin. Menurut Luhut, pemerintah akan menindaklanjuti minat CATL itu dalam waktu dekat.

Dia mengatakan komitmen CATL itu dapat memperkuat upaya hilirisasi bijih nikel di dalam negeri untuk mengembangkan produk akhir baterai ke depan. Apalagi, kata Luhut, ongkos produksi baterai lithium akan makin susut seiring dengan perkembangan teknologi pada industri baterai setrum tersebut.

“Teknologi mereka sudah tinggal kita implementasikan sehingga harga sepeda motor listrik, mobil itu akan turun ini penting segera kita tangkap,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik Kendaraan Listrik Baterai Mobil Listrik Luhut Pandjaitan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top