Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Asyik! Sri Mulyani Tambah Insentif Kartu Prakerja Rp7 Triliun

Pemerintah telah menambah pagu Program Kartu Parakerja sebesar Rp7 triliun. Ini alasan Menkeu Sri Mulyani.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 November 2022  |  14:20 WIB
Asyik! Sri Mulyani Tambah Insentif Kartu Prakerja Rp7 Triliun
Situs resmi program Kartu Prakerja hanya di prakerja.go.id - Tangkapan layar prakerja.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah telah menambah pagu Program Kartu Parakerja sebesar Rp7 triliun, sehingga pagu yang awalnya ditetapkan Rp11 triliun bertambah menjadi Rp18 triliun.

Pemerintah mencatat realisasi anggaran untuk penyaluran insentif Program Kartu Prakerja telah mencapai Rp12,9 triliun hingga Oktober 2022.

“Kita sudah merealisasikan Rp12,9 triliun. Dalam hal ini, pada September–Oktober, ada tambahan lagi Rp7 triliun, karena kita menambah untuk shock absorber-nya, sehingga total pagu menjadi Rp18 triliun,” katanya, belum lama ini.

Dia menyampaikan, realisasi hingga Oktober 2022 tersebut telah dimanfaatkan untuk bantuan biaya pelatihan, insentif mencari kerja, dan insentif survei evaluasi, bagi sebanyak 3,67 juta peserta.

Dari total pagu anggaran Rp18 triliun tersebut, masih akan disalurkan sebesar Rp5,1 triliun, dan diharapkan insentif Kartu Prakerja ini juga dapat menjadi bantalan bagi pekerja yang di-PHK secara  massal belakangan ini. 

“3,67 juta peserta sudah mengikuti Program Kartu Prakerja, ini yang diharapkan bisa juga membantu tekanan terhadap beberapa industri manufaktur, terutama yang padat karya yang mengalami tekanan,” tutur Sri Mulyani. 

Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa pemerintah telah merealisasikan anggaran untuk perlindungan sosial sebesar Rp333,8 triliun per 31 Oktober 2022.

Selain itu, pemerintah telah merealisasikan bantuan perlindungan sosial tambahan, sebesar Rp15,6 triliun pada periode yang sama, untuk menjaga daya beli masyarakat rentan sebagai pengalihan dari kenaikan harga BBM.

Bantuan tambahan tersebut diantaranya BLT BBM yang telah terealisasi sebesar Rp6,21 triliun, bantuan subsidi upah yang juga telah terealisasi sebesar Rp7,68 triliun, dan realisasi anggaran dari dukungan APBN sebesar Rp1,71 triliun.

“Jadi ini berbagai bansos yang masih ada ruang yang kita harapkan bisa direalisasikan sampai dengan akhir tahun untuk membantu masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” kata Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani kartu prakerja bansos
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top