Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala Bappenas: Industrialisasi Kunci RI Lolos dari Middle Income Trap

Menteri KPPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan industri memegang kunci dalam membantu RI keluar dari middle income trap dan menjadi negara maju.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 21 November 2022  |  20:13 WIB
Kepala Bappenas: Industrialisasi Kunci RI Lolos dari Middle Income Trap
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat menemui awak media di Indonesia Development Forum 2022 di Movenpick Jimbaran, Bali, Senin (21/11/2022) - BISNIS/Annasa Rizki Kamalina.
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG — Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengajak pemangku kepentingan untuk menyusun kembali strategi reindustrialisasi yang menjadi bagian dari rencana jangka panjang nasional.  

Menurutnya, industri memegang peranan kunci dalam membantu Indonesia keluar dari middle income trap dan menjadi negara maju. Sudah 29 tahun lamanya, Indonesia berada di posisi middle income.

“Bagaimana mereka [negara] lain bisa cepat [menjadi negara maju]? Salah satu strategi, instrumen, atau kebijakan yang pas adalah industri. Industri memang kunci, terutama industri manufaktur,” ujarnya dalam acara Indonesia Development Forum (IDF) 2022 di Bali, Senin (21/11/2022).

Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia Development Forum (IDF) 2022 fokus mendorong gagasan baru strategi industrialisasi terutama untuk menciptakan nilai tambah produksi, peningkatan kualitas SDM, dan merespons dinamika perkembangan global dan digitalisasi.

Tahun ini, IDF membahas strategi industrialisasi untuk kebijakan pembangunan industri sehingga mampu mendorong transformasi sosial dan ekonomi untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju, adil, dan sejahtera.

Pembangunan sektor industri pengolahan sebagai sektor dengan kontribusi terbesar berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Pembangunan sektor industri tidak hanya diarahkan untuk menciptakan nilai tambah atas komoditas dan menyerap tenaga kerja, tetapi juga untuk mendorong transformasi sosial-ekonomi yang menciptakan masyarakat dengan kehidupan yang baik dan maju saat ini dan di masa yang akan datang.

Lebih lanjut, Suharso menyampaikan di masa industri 4.0, industri dalam negeri, khususnya manufaktur, justru belum dapat menyumbang produk domestik bruto (PDB) di atas 20 persen. Hal ini juga yang menurutnya yang menahan Indonesia tak kunjung naik kelas.

“Industri manufaktur belum tumbuh di atas 20 persen. Rule of thumb-nya itu, mestinya di atas 20 persen. Kita pernah 24-26 persen, kemudian kembali [di bawah 20 persen],” lanjutnya.

Indonesia mengalami penurunan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB, dari 20,99 persen pada 2015 menjadi 19,88 persen pada 2021. Dia menilai bahwa perlu adanya evaluasi dan perencanaan yang lebih matang dalam pengembangan industri dan investasi di Indonesia.

Melalui rangkaian IDF 2022, Kementerian PPN/Bappenas ingin mengajak pemangku kepentingan untuk menyusun kembali strategi dalam rangka reindustrialisasi, yang menjadi bagian dari rencana jangka panjang nasional. Salah satunya, Kementerian PPN/Bappenas  melakukan kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dengan Institut Teknologi Bandung terkait pesawat, serta kerja sama master plan antara Kementerian PPN/Bappenas dengan PT Telkom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas manufaktur industri
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top