Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Indonesia Diminta Manfaatkan Peluang Investasi Energi Hijau dari PGII

Partnership for Global Infrastructure and Invesment (PGII) bakal berinvestasi sebesar US$ 600 miliar kepada negara-negara berkembang selama 5 tahun ke depan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 16 November 2022  |  21:38 WIB
Indonesia Diminta Manfaatkan Peluang Investasi Energi Hijau dari PGII
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (2/2/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyambut positif upaya Partnership for Global Infrastructure and Invesment (PGII) yang bakal berinvestasi US$ 600 miliar selama 5 tahun ke depan.

Faisal menyarankan Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut dan mendorong sekaligus mempercepat transisi energi. Pasalnya, investasi berupa pinjaman dan hibah itu dilakukan oleh PGII untuk proyek infrastruktur berkelanjutan bagi negara berkembang.

"Kalau ini yang dimaksudkan untuk membangun infrastruktur berkelanjutan saya harapkan juga ini berkaitan dengan infrastruktur-infrastruktur yang arahnya adalah mendorong transformasi ke yang lebih hijau, dari sisi energi misalnya," tutur Faisal dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (16/11).

Menurutnya, Indonesia punya beragam sumber daya energi hijau yang belum digarap karena ada masalah pada pendanaan.

Dia menjelaskan bahwa sektor energi hijau atau berkelanjutan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk direalisasikan.

"Jadi kalau kita bicara infrastruktur energi terutama yang lebih hijau, problemnya memang selama ini dari pembiayaan atau kebutuhan investasinya besar," katanya.

Faisal juga mendorong agar Pemerintah bisa cepat memanfaatkan peluang tersebut sehingga energi hijau bisa segera terealisasi di Indonesia.

"Diharapkan Indonesia bisa menjadi jembatan dari kebutuhan tersebut. Jadi ini kalau memang ada komitmen ya memang perlu diikat, karena kita memang dari sisi kebutuhan investasi infrastruktur yang berkelanjutan itu memang besar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi hijau Transisi energi ebt proyek infrastruktur
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top