Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggaran Dipangkas, Menteri Bahlil Optimistis Bisa Capai Target Investasi Rp1.400 Triliun Tahun Depan

Anggaran 2023 Kementerian Investasi turun 16,1 persen tahun depan atau sekitar Rp210 miliar dibandingkan anggaran tahun ini yang sebesar Rp1,30 triliun.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 21 September 2022  |  14:56 WIB
Anggaran Dipangkas, Menteri Bahlil Optimistis Bisa Capai Target Investasi Rp1.400 Triliun Tahun Depan
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara webinar Mid Year Economic Outlook 2022: Prospek Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Perubahanan Geopolitik Pascapandemi di Jakarta, Rabu (3/8 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi VI DPR RI telah menyetujui alokasi anggaran Kementerian Investasi/BKPM TA 2023 sebesar Rp1,09 triliun.

Alokasi anggaran Kementerian Investasi/BKPM TA 2023 sebesar Rp1,09 triliun terdiri dari program dukungan manajemen sebesar Rp392,64 miliar dan program penanaman modal sebesar Rp701,57 miliar.

Adapun anggaran tersebut turun 16,1 persen tahun depan atau sekitar Rp210 miliar dibandingkan anggaran tahun ini yang sebesar Rp1,30 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya optimistis dapat mencapai target investasi sebesar Rp1.400 triliun di 2023, meskipun ada penurunan anggaran sebesar 16,1 persen.

“2022 begitu kami rencanakan Rp1.200 triliun karena perintah Presiden [Joko Widodo/Jokowi] orang ragu juga, sekalipun anggaran kami kecil. Sekarang kami targetkan Rp1.400 triliun untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen. Karena defisit anggaran turun ke 3 persen, kembali seperti semula,” kata Bahlil usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI di Kompleks Parlemen, Rabu (21/9/2022).

Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun dalam Rapat Kerja dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM dan Menteri Perdagangan hari ini, Rabu (21/9/2022) sempat mempertanyakan pagu definitif BKPM yang berkurang 16,1 persen dari 2022. 

“Saya nggak tahu apakah ini kurang promosi di badan anggaran atau menteri keuangan atau apa nih pak, kenapa diturunkan,” tanya dia.

Menanggapi hal tersebut, Bahlil menegaskan bahwa hal tersebut menjadi tantangan untuk Kementerian Investasi/BKPM dan optimistis dapat mencapai target tersebut.

Selain itu, pihaknya juga yakin dapat menjalankan perintah Presiden Jokowi dengan kemampuan yang maksimal, meskipun dengan anggaran yang lebih sedikit.

“Mungkin ini juga challenge bagi kami dan yakinlah kami tidak mungkin cengeng untuk menghadapi ini semua. Kita akan menjalankan tugas negara dengan baik sesuai dengan kemampuan kita, yang penting maksimal,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkpm bahlil lahadalia apbn RAPBN 2023
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top