Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Zulhas Bahas Kompetisi Industri Alas Kaki RI Dengan Vietnam, Ini Penjelasan Pelaku Industri

Pelaku industri sepatu dalam negeri menilai kondisi industri semakin kalah kompetitif dibandingkan Vietnam.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 14 September 2022  |  17:18 WIB
Zulhas Bahas Kompetisi Industri Alas Kaki RI Dengan Vietnam, Ini Penjelasan Pelaku Industri
Pekerja pabrik menyelesaikan proses produksi sepatu. - Ilustrasi/Bisnis.com/WD
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Daya saing industri alas kaki di Tanah Air agak tricky dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini juga sudah menjadi perhatian Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) baru-baru ini.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan industri alas kaki di dalam negeri berisiko kian ketinggalan dari Vietnam yang berpotensi menjadi tempat berlabuh merek-merek raksasa ke depannya.

Sebab, jelasnya, perkiraan pelaku industri bahwa penurunan permintaan dari pasar utama seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara di Eropa akibat perlambatan ekonomi masih akan berlangsung.

"Sementara itu, Vietnam sudah punya kerja sama dagang dengan Uni Eropa (UE) , Indonesia belum. Sehingga ketika pasar mengecil, maka buyer cenderung akan lari ke Vietnam," kata Firman kepada Bisnis, Rabu (14/9/2022).

Selain faktor kerja sama dagang, Vietnam juga diuntungkan dengan posisi negara yang lebih berdekatan dengan China dibandingkan dengan Indonesia sehingga memudahkan negara tersebut dalam menyediakan bahan baku dengan ongkos logistik lebih murah.

Hasilnya, harga produk alas kaki di Vietnam pun lebih murah dibandingkan dengan Indonesia. Ditambah lagi, ujarnya, dengan masalah pengupahan di Vietnam yang dikatakan lebih kompetitif.

"Kami berharap pemerintah merampungkan perjanjian kerja sama dagang dengan UE untuk mengamankan pasar ekspor produk alas kaki di Tanah Air," ujarnya.

Sementara itu, ntuk produksi pasar domestik, asosiasi mencatat terjadi penurunan sebesar 30 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2021 dari sekitar 560 juta pasang per tahun menjadi 250 juta pasang per tahun.

Dalam kondisi sebelum pandemi, pada 2019 misalnya, industri alas kaki di Indonesia mampu memproduksi sebanyak 800 juta pasang per tahun untuk pasar domestik, dan di kisaran 400 juta pasang per tahun untuk pasar ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepatu industri sepatu sepatu bata pabrik sepatu ekspor sepatu
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top