Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Pajak Digital Menanjak hingga Dalih Shopee Tutup Operasi

Lima berita pilihan BisnisIndonesia.id hari ini, Sabtu (10/9/2022) mulai dari pajak digital menanjak hingga dalih Shopee tutup operasi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 10 September 2022  |  10:11 WIB
Top 5 News BisnisIndonesia.id: Pajak Digital Menanjak hingga Dalih Shopee Tutup Operasi
Petugas melayani wajib pajak di salah satu kantor pelayanan pajak pratama di Jakarta, Selasa (30/8/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai atas perdagangan melalui sistem elektronik atau PSME terus memberi tambahan bagi pundi negara. Meski sempat diwarnai insiden pemblokiran terhadap PSE oleh Kementerian Kominfo, hingga 31 Agustus 2022 sudah terkumpul Rp8,2 triliun dari PPN PMSE.

Penerimaan PPN PMSE terus mencatatkan peningkatan, seiring bertambahnya perusahaan pemungut pajak. Sebelumnya, ada perusahaan PMSE sempat terkena blokir Kominfo, salah satunya platform game Steam. 

Penerimaan PPN PMSE periode Januari - Juli 2022 tercatat mencapai Rp3,02 triliun. Jumlah itu mendekati perolehan sepanjang 2021, yakni Rp3,9 triliun.

Berita tentang PPN PMSE menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Sabtu (1/9/2022). Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

 

Berikut ini highlight BisnisIndonesia.id:

 

  1. Kocek Tebal Fintech Lending Konsumtif vs Paylater

Kocek finansial teknologi atau fintech khususnya peer-to-peer (P2P) lending yang bergerak di sektor konsumtif bisa makin tebal. Kondisi tersebut didukung oleh tren belanja masyarakat yang terus mengalami lonjakan ketika teknologi digital mendorong masifnya lokapasar daring atau e-commerce.

Belum lagi, kenaikan tren berbelanja itu kerap kali tak diiringi dengan kemampuan finansial yang cukup. Alhasil, situasi itu mendorong masyarakat mencari pinjaman dana segar dan fintech P2P lending memanfaatkan hal tersebut untuk memberikan pinjaman bersifat konsumtif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per April 2022, terdapat 26 dari 102 fintech P2P lending yang bergerak di sektor konsumtif.  DataIndonesia pun merangkum data kinerja delapan fintech P2P lending konsumtif yang memiliki performa terbaik sepanjang tahun 2021. Kinerja para pemain fintech P2P lending konsumtif ditinjau dari pendapatan, laba, total aset, ekuitas, liabilitas, tingkat kemampuan bayar (TKB), hingga rating aplikasi.

 

  1. Penjualan Eceran Diproyeksi Melambat, Harga BBM Menambah Parah

Meski belum terdampak kenaikan harga BBM, penjualan eceran diproyeksi bergerak lebih lambat dari bulan sebelumnya. Kenaikan harga BBM dan potensi inflasi bisa menambah lambat laju pernjualan eceran.

Kinerja penjualan eceran pada Agustus 2022 diprediksi lebih lambat dibandingkan Juli 2022. Indeks Penjualan Riil diprediksi tumbuh 5,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau lebih kecil dibandingkan Indeks Penjualan Riil Juli 2022 yang mencapai 6,2 persen yoy.

Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Agustus 2022 diperkirakan tumbuh positif sebesar 1,3 persen (month-to-month/mtm), setelah mengalami kontraksi selama 3 bulan berturut-turut.

 

  1. Pajak Digital Makin Menanjak, Pemungut PPN PMSE Bertambah

Pemungutan PPN PMSE berjalan sejak Juli 2020. Hingga Juli 2022 total pajak terkumpul mencapai Rp7,65 triliun. Kenaikan setoran pajak yang terjadi tak lepas dari terus bertambahnya perusahaan pemungut PPN PMSE.

Sebanyak 51 perusahaan terdaftar pada periode awal, yakni Juli - Desember 2020, 43 perusahaan terdaftar sepanjang 2021, dan 27 perusahaan pada Januari - Juli 2022.

 

  1. Jelang Setahun Merger, Pelindo Ditantang Lebih Responsif

Setelah penggabungan Pelindo I hingga IV, Pelindo berhasil meningkatkan kinerja. Tantangannya, ke depan Pelindo harus mampu tampil lebih responsif dan fleksibel serta lebih praktis dalam membuat keputusan. Dengan begitu, Pelindo semakin kompetitif, dan pengguna tidak beralih ke operator lain.

Jika semua itu bisa tercapai, dampak penggabungan Pelindo I hingga IV pada Oktober tahun lalu bisa semakin optimal.

Sejauh ini, penggabungan Pelindo I hingga IV turut menghasil perencanaan dan mekanisme kerja yang lebih baik. SOP dan fasilitas utama peralatan kepelabuhanan juga didorong semakin seragam di seluruh Indonesia.

 

  1. Dalih Shopee Tutup Operasi di Empat Negara

Platform e-commerce Sea Group, Shopee dikabarkan telah menutup layanan di 4 negara, yakni Chili, Kolombia, Meksiko dan Argentina. Langkah ini ditempuh perusahaan raksasa di tengah catatan kenaikan signifikan pada paruh kuartal II/2022.

Perusahaan media berbasis di Singapura, Dealstreet Asia menyebutkan bahwa Shopee mempertahankan operasinya di tiga negara pertama, namun memangkas sebagian besar karyawan di negara-negara tersebut.

Desas desus pemutusan hubungan kerja bagi karyawan Shopee setidaknya mulai berembus mulai akhir semester I/2022. Selain Shopee, beberapa startup bahkan perusahaan teknologi raksasa lainnya turut diterpa isu PHK besar-besaran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tarif PPN shopee paylater pelindo BBM
Editor : Jaffry Prabu Prakoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top