Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gunung Raja Paksi (GGRP) Targetkan Ekspor Baja Capai 20 Persen di 2022

PT Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP) optimistis dapat melakukan ekspor sebesar 20 persen dari total produksi baja di 2022.
Fasilitas pengolahan baja Gunung Raja Paksi/gunungrajapaksi.com
Fasilitas pengolahan baja Gunung Raja Paksi/gunungrajapaksi.com
Bisnis.com, JAKARTA – PT Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP) optimistis dapat melakukan ekspor sebesar 20 persen dari total produksi baja di 2022, yang sebelumnya hanya 5 persen dan selebihnya untuk menyokong pasokan dalam negeri. 
Presiden Direktur GGRP Abednedju Giovano Warani Sangkaeng atau akrab disapa Argo optimistis target tersebut dapat dicapai, karena didukung dengan investasi senilai Rp1 triliun untuk pemanfaatan mesin light section mill (LSM) demi menambah kapasitas produksi tahunan.
Melalui LSM, GGRP akan mengamankan pasokan dalam negeri sehingga ekspor dapat lebih digenjot hingga 20 persen. Pada 2021 tercatat baja yang GRPP hasilkan sebanyak 95 persennya dipasarkan di domestik dan hanya sekitar 5 persen untuk pasar ekspor.
“Tahun ini kami menargetkan porsi ekspor meningkat menjadi 20 persen dengan estimasi angka ekspor menjadi sekitar US$70 juta,” kata Argo usai melepas ekspor baja ke Selandia Baru di kantor GRPP, Cikarang Barat, Selasa (27/8/2022). 
Argo mengaku bahwa produksi baja small section seperti I dan H masih minim dan lebih besar untuk baja struktur. LSM merupakan upaya dari GGRP dalam memenuhi kebutuhan domestik untuk baja profil I dan H, serta menghindari konsumsi impor khususnya baja jenis tersebut. 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juni 2022 impor golongan besi dan baja (HS72) menjadi satu dari tiga impor tertinggi, yakni sebesar US$404,2 juta yang menyumbang 46,13 persen dari total impor.  
“Section kecil masih dikuasi barang impor, kami berharap dapat mengusasi pasar domestik untuk section kecil,” ujarnya.
Secara tahunan, kapasitas produksi GGRP sebanyak 2,2 juta dengan utilisasi pada 2021 sebesar 40-50 persen. Untuk itu, Argo mengatakan pada tahun ini akan lebih mengoptimalkan utilisasi hingga 60 persen untuk mencapai target ekspor hingga 20 persen dari total produksi. 
“Sampai saat ini kami optimis, ada pipeline pesanan sudah mulai nambah, insyaallah kami bisa mencapai bahkan melampaui target," jelasnya.
Namun, Argo menyatakan pihaknya belum dapat membeberkan negara mana dan berapa nilai transaksi yang dikatakan dalam jumlah besar tersebut. 
“Lihat nanti, sudah ada beberapa pesanan besar tahun ini untuk baja struktur,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper