Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rekomendasi 4 Negara Asia Terbaik Buat Investasi Properti 2022

Berikut rekomendasi 4 negara terbaik di Asia untuk investasi properti 2022 versi Invest Asia.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  12:24 WIB
Rekomendasi 4 Negara Asia Terbaik Buat Investasi Properti 2022
Apartemen dan properti komersial Singapura, foto file 27 September 2018. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Investasi properti di kawasan Asia dapat menjadi salah satu pilihan instrumen investasi jangka panjang yang menggiurkan di tahun ini. 

Berdasarkan situs konsultan properti Invest Asian, setidaknya ada 4 negara di Asia yang menjadi tempat terbaik untuk investasi properti. 

Keempat negara ini memiliki prospek yang cerah pasalnya ramai dikunjungi wisatawan asing, tren demografis yang stabil, memiliki riwayat penghindaran resesi ekonomi dan tentunya hasil sewa yang menguntungkan.

Rekomendasi 4 Negara Asia Terbaik Buat Investasi Properti 2022

1. Hanoi, Vietnam

Vietnam memiliki rekam jejak yang baik dalam menangani resesi ekonomi pada 1997 dan 2020. Pertumbuhan PDB negara itu positif secara keseluruhan.

Mulai dari sektor properti, saham hingga ekuitas swasta di Vietnam memiliki kinerja yang sangat baik. Terlebih, sektor manufaktur Vietnam adalah kontributor utama untuk perekonomiannya.

Investasi real estate di Vietnam diuntungkan dengan biaya listrik dan bahan baku yang rendah, tenaga kerja yang terampil dan murah, juga peraturan perjalanan yang longgar.

2. Phnom Penh, Kamboja

Kamboja secara konsisten meningkatkan pertumbuhan PDB rata-rata di atas 7 persen dalam satu dekade terakhir. Membeli properti di Phnom Penh, Ibu Kotanya adalah pilihan terbaik untuk investasi.

Hasil sewa di Phnom Penh yakni mencapai rata-rata 6 persen per tahun dan termasuk tertinggi di Asia. Nilai properti di Kamboja tumbuh karena demografis di negara tersebut.

Mereka memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan usia rata-rata 25,6 tahun sehingga meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Tingkat urbanisasi di Kamboja juga 24 persen dan meningkat pesat.

Artinya, permintaan real estate akan lebih sehat dan kenaikan harga sewa juga akan terjadi konsisten. Terlebih kelas menengah terus meningkat dari pedesaan ke kota dan semakin banyak orang yang membeli atau menyewa rumah dan apartemen di Phnom Penh.

3. Singapura, Singapura

Dalam beberapa dekade terakhir, Singapura memperlihatkan pertumbuhan yang pesat dan disebut sebagai pusat keuangan paling penting di Asia. 

Sejumlah investor global menganggap properti di Singapura merupakan tempat yang aman dari masa ekonomi yang tak menentu. 

Membeli kondominium atau apartemen di Singapura dapat dikenakan harga US$20.000 (atau Rp 299.500.000 kurs Rp 14.975) per meter persegi di area utama Marina Bay dan Orchard.

Pasar properti di kota ini menjadi salah satu yang termahal di dunia. Pembeli rumah non-Singapura setidaknya akan dikenakan biaya pajak senilai 35 persen di atas harga pembelian.

Namun, meski pasar real estate disana cukup mahal tak berarti ini kesempatan yang buruk. Ada keuntungan stabilitas permintaan, juga Singapura merupakan negara dengan minat wisatawan yang besar.

4. Kuala Lumpur, Malaysia

Malaysia disebut mengalami keuntungan berkat negara tetangganya, Singapura yang memiliki pertumbuhan ekonomi pesat. Selain itu, surplus perdagangan yang sehat dan tren demografi yang baik dapat menguntungkan Malaysia.

PDB per kapita Malaysia menempati urutan ketiga tertinggi di Asia Tenggara, tepat setelah Singapura dan Brunei. 

Terlepas dari perkembangan ekonominya, pasar properti di Malaysia termasuk yang paling murah di Asia. Kondominium di pusat kota Kuala Lumpur dapat dibeli dengan harga minimal US$ 3.500 (atau Rp 52.412.500 kurs Rp 14.975) per meter persegi.

Memang, ada masalah terkait kelimpahan unit kondominium yang belum terjual di KL. Namun tren demografis Malaysia disinyalir dapat menyusul permintaan pasalnya populasi negara tersebut akan tumbuh dari 33 juta orang menjadi lebih dari 40 juta di tahun 2050 mendatang. 

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti bisnis properti investasi properti
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top