Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga BBM Pertamax Bakal Naik? Ini Jawaban Pertamina

Harga keekonomian BBM jenis Pertamax sudah menembus angka Rp17.950 per liter, sedangkan harga jual oleh Pertamina masih Rp12.500 per liter.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 17 Juli 2022  |  14:59 WIB
Harga BBM Pertamax Bakal Naik? Ini Jawaban Pertamina
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga masih mengkaji kemungkinan alternatif untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di tengah harga keekonomian yang sudah menembus angka Rp17.950 per liter.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan perseroan masih menghitung-hitung kemampuan anggaran untuk menambal selisih harga keekonomian dari harga jual di tengah masyarakat.

Adapun, Pertamina masih menahan harga jual Pertamax di angka Rp12.500 per liter atau ada selisih harga sekitar Rp5.450 untuk setiap pembelian satu liter BBM komersial tersebut.

“Sementara saat ini masih kami review [kenaikkan harga Pertamax], sambil melihat perkembangan harga minyak dunia,” kata Irto saat dihubungi, Minggu (17/7/2022).

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati membeberkan pemerintah tidak ikut mengganti beban selisih harga keekonomian yang ditanggung Pertamina untuk menahan harga BBM jenis Pertamax di angka Rp12.500 per liter saat ini.

Padahal, Nicke mengatakan, harga keekonomian dari BBM komersial itu sudah menembus di angka Rp17.950 per liter. Artinya terdapat selisih sekitar Rp5.450 untuk setiap pembelian satu liter Pertamax.

“Jadi kalau pertanyaannya adakah yang sekarang kita masih jual di bawah harga keekonomiannya dan tidak diganti oleh pemerintah ada, yaitu Pertamax,” kata Nicke saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Nicke mengatakan perseroan mesti membayar selisih harga itu lewat keuntungan yang didapat Pertamina dari kegiatan bisnis hulu yang ikut menikmati profit di tengah harga minyak mentah dunia yang tinggi pada tahun ini.

“Iya betul lewat windfall [pembayarannya],” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamax pertamina BBM Harga BBM
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top