Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Batu Bara Masih Tekan Konsumsi dan Ekspor Semen

Harga batu bara yang terus memanas melanjutkan tekanan ke ongkos produksi semen. Alhasil, konsumsi dalam negeri dan kinerja ekspor pun masih belum optimal.
Batu bara di atas tongkang dimuat ke truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu, (11/5/2022). Harga batu bara yang terus memanas terus menekan ongkos produksi semen, yang menggerus kinerja penjualan dalam negeri dan ekspor. Bloomberg - Dimas Ardian
Batu bara di atas tongkang dimuat ke truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu, (11/5/2022). Harga batu bara yang terus memanas terus menekan ongkos produksi semen, yang menggerus kinerja penjualan dalam negeri dan ekspor. Bloomberg - Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Harga batu bara yang konsisten tinggi melanjutkan tekanan ke industri semen. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat ekspor semen turun 28 persen pada periode Januari hingga Mei 2022. Sedangkan konsumsi dalam negeri hanya naik 1,2 persen saja pada periode tersebut.

Ketua Umum ASI Widodo Santoso mengatakan konsumsi semen pada lima bulan pertama tahun ini sebenarnya diharapkan dapat tumbuh hingga 5 persen. Rendahnya pertumbuhan konsumsi tersebut karena terjadi penurunan penjualan semen di beberapa wilayah pada bulan lalu.

Konsumsi di Sumatera turun 1,7 persen, Jawa naik 1,5 persen, Bali dan Nusa Tenggara mulai naik 0,5 persen. Sedang daerah yang konsumsinya bergerak naik cukup bagus adalah Kalimantan (3,9 persen), Sulawesi naik (10,3 persen) dan Indonesia Timur, Maluku dan Papua (4,2 persen).

"Untuk semester dua tentunya diharapkan akan meningkat tajam, terlihat Mei permintaan sudah mulai meningkat," kata Widodo kepada Bisnis, belum lama ini.

Total konsumsi dalam negeri pada bulan lalu tercatat sebesar 3,96 juta ton, naik 7,5 persen. Adapun, total penjualan Januari-Mei 2022 sebesar 23,9 juta ton, naik 2 persen secara year-on-year (yoy).

Adapun, ekspor pada periode tersebut tercatat sebesar 3,13 juta ton, turun 28 persen. Total penjualan dalam negeri dan ekspor sampai dengan Mei tercatat 27,1 juta ton, turun 7,2 persen secara yoy.

"Di sini terlihat pengaruh turunnya ekspor terhadap total penjualan industri semen yang tentunya akan menurunkan performa kinerja perusahaan," lanjutnya.

Dia menuturkan masalah batu bara di industri semen benar-benar menurunkan kemampuan pelaku usaha dalam meningkatkan utilitas kapasitas produksi.

Sepanjang tahun ini industri semen sudah menambah kapasitas dengan beroperasinya dua pabrik baru yakni Semen Singa Merah dan Semen Grobokan.

"Makin berat perusahaan semen untuk meningkatkan utilitas pabrik-pabriknya. Semoga komitmen pemerintah tidak lagi menambah izin baru pabrik semen ditepati," kata Widodo.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Editor : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper