Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wahai Obligor BLBI, Mahfud MD: Pemerintah Tak Mau Lagi Berdebat, Sita!

Ketua Pengarah Satgas BLBI yang juga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan pemerintah segera menyita aset BLBI, tak mau lagi berdebat.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 Juni 2022  |  12:09 WIB
Warga melintas di dekat plang pengaman yang di pasang satgas untuk menguasai aset tanah eks BLBI di Karet Tengsin. Satuan Tugas (Satgas) BLBI telah menyita tanah seluas 26.928,9 m2 milik eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) PT Sinar Bonana Jaya eks Bank Yakin Makmur (YAMA) di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Penyitaan itu adalah salah satu upaya Satgas BLBI untuk mengamankan aset-aset eks debitur maupun obligor BLBI supaya bisa dikelola secara optimal. - BISNIS/Suselo Jati
Warga melintas di dekat plang pengaman yang di pasang satgas untuk menguasai aset tanah eks BLBI di Karet Tengsin. Satuan Tugas (Satgas) BLBI telah menyita tanah seluas 26.928,9 m2 milik eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) PT Sinar Bonana Jaya eks Bank Yakin Makmur (YAMA) di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Penyitaan itu adalah salah satu upaya Satgas BLBI untuk mengamankan aset-aset eks debitur maupun obligor BLBI supaya bisa dikelola secara optimal. - BISNIS/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) terus berupaya memastikan penyelesaian piutang kasus BLBI.

Ketua Pengarah Satgas BLBI yang juga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan bahwa pemerintah telah membiarkan utang obligor eks BLBI berlarut hingga 24 tahun dan harus kehilangan banyak aset.

“Sekarang pemerintah tidak mau berdebat, sita! Kalau tidak puas ada jalur hukum. Ini berlarut-larut terus karena kita layani berdebat demi hukum, kita sudah mulai kehilangan banyak aset dan sekarang kita tidak akan berdebat,” katanya dalam acara Sita Aset Terkait Penyelesaian Hak Tagih Negara Dana BLBI di Klub Golf Bogor, Rabu (22/6/2022).

Pada hari ini, Satgas BLBI kembali melaksanakan penyitaan atas harta kekayaan lain yang terkait dengan obligor PT Bank Asia Pasific atas nama Setiawan Harjono/Hendrawan Haryono dan pihak terafiliasi.

Harta kekayaan yang disita yaitu berupa tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya, atas nama PT Bogor Raya Development, PT Asia Pasific Permai, dan PT Bogor Raya Estatindo seluas total keseluruhan 89,01 hektare berikut lapangan golf dan fasilitasnya serta dua buah bangunan hotel, di Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat.

Mahfud mengatakan perkiraan awal nilai aset yang disita sebesar kurang lebih Rp2 triliun. Penyitaan ini dilakukan sebagai upaya penyelesaian hak tagih negara dana BLBI yang berasal dari obligor PT Bank Asia Pacific sebesar Rp3.57 triliun.

Mahfud menyampaikan kepada obligor yang telah dipanggil oleh Satgas BLBI untuk penagihan piutang BLBI agar segera menyiapkan diri dengan seluruh data yang tersedia sehingga penyelesaian dapat dilakukan.

“Perdebatan silahkan, kita [Satgas BLBI] akan jalan terus,” kata Mahfud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md kasus blbi Satgas BLBI
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top