Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat: Formula-E Jadi Ajang Kampanye Kendaraan Ramah Lingkungan

Pengamat ekonomi energi menilai konsep yang diusung Formula-E jadi salah satu kampanye untuk tingkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 04 Juni 2022  |  17:07 WIB
Pengamat: Formula-E Jadi Ajang Kampanye Kendaraan Ramah Lingkungan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) menyalami pembalap tim Mercedes-EQ Formula E Nyck De Vries (kanan) saat Meet and Greet Pebalap Formula E di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (2/6/2022). Ajang Jakarta E-Prix 2022 akan digelar pada Sabtu 4 Juni 2022. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi menyampaikan bahwa konsep keberlanjutan yang diusung Formula E menjadi salah satu kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Menurutnya, ajang Formula E membuktikan bahwa kendaraan listrik ramah lingkungan bisa aman digunakan di arena balap, apalagi untuk keseharian.

"Kampanye ini sangat penting untuk mendorong migrasi dari kendaraan fosil ke kendaraan listrik," kata Fahmy dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/6/2022).

Fahmy mengungkapkan, sektor transportasi berbahan bakar fosil menyumbang sebesar 24,64 persen emisi atau terbesar kedua setelah industri produsen energi sebesar 43,83 persen. Kemudian, manufaktur dan konstruksi menyusul dengan emisi sebesar 21,64 persen, dan sektor lainnya sebesar 4,13 persen.

Lebih lanjut, kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada ajang Formula-E Jakarta hari ini, Sabtu (4/6/2022), salah satunya untuk menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mewujudkan transisi energi untuk memberikan kontribusi pencapaian zero emission.

Bahkan, Fahmy menilai ajang Formula E Jakarta merupakan green sportainment pertama di Indonesia. Pasalnya, konsep zero emission yang diusung dalam ajang tersebut terwujud dari penggunaan kendaraan ramah lingkungan, peniadaan plastik sekali pakai, dan pembangunan sirkuit yang mengedepankan aspek lingkungan.

Di lain sisi, pemerintah sangat serius dalam membangun industri mobil listrik di Indonesia. Komitmen ini dapat dilihat dari ketegasan Presiden Jokowi yang melarang ekspor nikel. 

Selain itu, pemerintah juga menggandeng sejumlah perusahaan luar negeri untuk mulai membangun pabrik baterai di Indonesia, hingga melakukan perbincangan serius dengan Elon Musk yang sudah berpengalaman dalam industri mobil listrik.

"Pemerintah sangat serius untuk mengundang investor yang sudah berpengalaman. Meskipun Indonesia sudah memiliki pabrik baterai, tapi kita butuh teknologi, dan harus belajar dari negara-negara yang telah berpengalaman seperti Amerika, Korea, dan Jepang," ujarnya.

Kendati demikian, Fahmy menyayangkan tidak semua komponen bangsa mendukung penyelenggaraan Formula E. Pasalnya, dua BUMN, yakni Pertamina dan PLN tidak terlibat dalam gelaran akbar tersebut.

Menurutnya, dua perusahaan pelat merah itu seharusnya mendukung penuh penyelenggaraan Formula-E.

"Tidak hanya untuk menyukseskan penyelenggaraan ajang Formula-E, tetapi juga untuk mendukung komitmen Joko Widodo dalam pembangunan keterkaitan industri kendaraan listrik untuk mewujudkan zero emission," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik emisi karbon Formula E Jakarta
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top