Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenparekraf Usung Program Carbon Footprint Calculator, Ini Tujuannya

Staf Ahli Manajemen Krisis Kemenparekraf Fadjar Hutomo menyampaikan pihaknya kini sedang berupaya ambil bagian untuk mengurangi bencana akibat jejak karbon melalui peluncuran aplikasi Program Carbon Footprint Calculator.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 27 Mei 2022  |  10:35 WIB
Ilustrasi emisi karbon dari sebuah pabrik -  Bloomberg
Ilustrasi emisi karbon dari sebuah pabrik - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengusung Program Carbon Footprint Calculator (CFPC) sebagai upaya mitigasi bencana.

Staf Ahli Manajemen Krisis Kemenparekraf Fadjar Hutomo menyampaikan pihaknya kini sedang berupaya ambil bagian untuk mengurangi bencana akibat jejak karbon.

“Program Carbon Footprint Calculator [CFPC] merupakan upaya Kemenparekraf dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah dihasilkan, dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak buruknya pada iklim,” ujar Fadjar di sesi Ministerial Round Table di forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022, di Bali pada Kamis (26/5/2022).

Mengutip dari laman resmi Kementerian ESDM, jejak karbon yang manusia hasilkan akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan di bumi, seperti kekeringan dan berkurangnya sumber air bersih, timbul cuaca ekstrim dan bencana alam, perubahan produksi rantai makanan, dan berbagai kerusakan alam lainnya.

Jejak karbon hadir melalui aktivitas manusia dari kendaraan, penggunaan listrik dan air, serta makanan.

Pada kesempatan yang sama, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menyampaikan sudut pandang Indonesia tentang masalah pembiayaan Disaster Risk Reduction (DRR) di destinasi pariwisata. Menurutnya biaya kerugian bencana akan melebar tergantung pada ekosistem pariwisata tersebut.

"Biaya kerugian bencana melebar karena pariwisata tergantung pada ekosistem yang utuh dan kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sangat penting untuk rencana manajemen terpadu," ujar Angela.

Dia menyampaikan terkait perlunya kolaborasi multi-stakeholder dalam mengatasi bencana. Serta pelaku pariwisata harus mengambil peran aktif dalam antisipasi dan penanggulangan bencana demi mewujudkan industri pariwisata yang berkelanjutan.

"Pemerintah Indonesia, melalui  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi  Kreatif, berkomitmen untuk agenda ini dengan membangun  pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Angela.

Indonesia menjadi tuan rumah dalam Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-tujuh pada 23 Mei hingga 28 Mei 2022 bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Bali.

Presiden Joko Widodo berharap agenda ini dapat dijadikan momentum dalam upaya membangun ketangguhan atau resiliensi bangsa serta memberikan praktik baik dan rekomendasi bagi pemangku kebijakan.

"Saya mengharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan praktik baik dan rekomendasi bagi pemangku kepentingan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengurangan risiko bencana," ujarnya saat membuka Forum GPDRR di BNDCC, Bali Pada Rabu (25/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana kemenparekraf bencana alam sandiaga uno
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top