Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Berkah Outlook Positif S&P hingga Konektivitas Saat Mudik

BisnisIndonesia.id menyajikan informasi menarik sepanjang Jumat (29/04/2022) antara lain operator seluler mengambil bagian secara serius mempersiapkan peralatan dan personel, baik di pusat-pusat pemantauan atau sistemnya maupun di lapangan untuk memberikan dukungan agar mudik tahun ini dapat berlangsung dengan baik.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 30 April 2022  |  09:58 WIB
Kepadatan kendaraan di pintu keluar Jalan Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,saat mudik Idulfitri 2022. operator seluler mengambil bagian secara serius mempersiapkan peralatan dan personel, baik di pusat-pusat pemantauan atau sistemnya maupun di lapangan untuk memberikan dukungan agar mudik tahun ini dapat berlangsung dengan baik. - Antara
Kepadatan kendaraan di pintu keluar Jalan Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,saat mudik Idulfitri 2022. operator seluler mengambil bagian secara serius mempersiapkan peralatan dan personel, baik di pusat-pusat pemantauan atau sistemnya maupun di lapangan untuk memberikan dukungan agar mudik tahun ini dapat berlangsung dengan baik. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Keputusan S&P menaikkan outlook peringkat Indonesia dari negatif menjadi stabil memberikan harapan bagi tambahan tenaga pasar surat utang domestik untuk bertahan di tengah tekanan global.

Berita tersebut merupakan salah satu dari lima berita pilihan Bisnisindonesia.id sepanjang Jumat (29/04/2022) selain dua berita real estat yaitu perkembangan bisnis perumahan di Jabodebek dan Banten serta prospek perbaikan bisnis properti komersial.

Terdapat pula informasi mengenai multifinance menuju arah pemulihan yang ditandainya dengan berlanjutnya fase ekspansi serta kesiapan konektivitas internet di seluruh jalur mudik.

Berikut ini adalah intisari dari setiap berita pilihan:

1. Berkah Outlook Positif S&P Bagi Pasar Surat Utang Indonesia

Keputusan S&P menaikkan outlook peringkat Indonesia dari negatif menjadi stabil memberikan harapan bagi tambahan tenaga pasar surat utang domestik untuk bertahan di tengah tekanan global. S&P masih mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB. Outlook negatif yang diberikan S&P selama ini mengindikasikan ada kemungkinan besar lembaga itu akan menurunkan peringkat utang Indonesia.

Kondisi ekonomi Indonesia terbukti cukup kuat melewati periode pandemi, sehingga lembaga tersebut tidak jadi menurunkan peringkat Indonesia. Dengan outlook yang berubah menjadi stabil, artinya lembaga tersebut memandang ekonomi Indonesia sudah cukup sehat.

S&P menyatakan revisi ke atas outlook Indonesia didasarkan pada perbaikan posisi eksternal ekonomi, konsolidasi kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah secara gradual, dan keyakinan S&P terhadap pemulihan ekonomi Indonesia yang akan terus berlanjut dalam 2 tahun ke depan.

2. Bisnis Real Estat Asia Pasifik Menguat, Indonesia pun Bangkit

Pasar real estat utama Asia Pasifik terus membangun pemulihan yang dipimpin perkantoran dan segmen industri. Dalam laporan terbarunya, konsultan properti Colliers menyebutkan ruang logistik berada di antara kelas aset teratas dan telah melihat aktivitas yang sangat bagus baru-baru ini.

Sektor lain yang menjanjikan adalah ruang mall factory outlet seiring dengan pengumuman terbaru tentang dua properti yang akan datang, keduanya di Karawang, Jawa Barat, yang merupakan koridor timur Jakarta yang terus tumbuh dengan pesat.

Sementara itu di segmen perkantoran, pasar telah menyentuh dasar dan tingkat hunian akan lebih stabil dan sedikit peningkatan harga dalam beberapa kuartal ke depan.

3. Kinerja Bisnis Perumahan Awal 2022 Menurun, Prospek Tetap Cerah

Kinerja bisnis perumahan sepanjang 3 bulan pertama tahun ini merosot. Hal itu terungkap dari data yang hasil penelitian Indonesia Property Watch (IPW) yang menelusuri perkembangan bisnis residensial di Jabodebek dan Provinsi Banten.

Berdasarkan penelitian lembaga tersebut, kinerja bisnis perumahan selama kuartal I tahun ini menurun baik dari sisi volume unit maupun nilai transaksinya dibandingkan dengan kuartal sebelumnya atau 3 bulan terakhir 2021.

Meski begitu, prospek perumahan tahun ini tetap diprediksi cerah, karena mendapatkan stimulus fiskal berupa PPN DTP hingga akhir September mendatang.

4. Multifinance Menuju Arah Pemulihan, Fase Ekspansi Berlanjut

Industri pembiayaan atau multifinance mulai menunjukkan tajinya, setelah 2 tahun mengalami kontraksi akibat pandemi  Covid-19. Piutang pembiayaan mulai beranjak naik dalam kurun waktu lima bulan terakhir.

Kondisi tecermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang  mencatatkan piutang pembiayaan sampai dengan Maret 2022tumbuh 2,83persen atau Rp374 triliun. Pelaku industri cukup optimistis perusahaan dapat melanjutkan ekspansi. Jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu, angka pertumbuhan hingga Maret 2022 tercatat sebesar 2,68 persen.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan sektor jasa keuangan hingga kuartal pertama tahun ini tetap terjaga dan bertumbuh seiring dengan peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan industri keuangan nonbank (IKNB), serta menguatkan pasar domestik.

5. Kawal Ketat Akses Internet Sepanjang Jalur Mudik

Gelombang besar mudik Lebaran 2022 dimulai Jumat (29/4/2022). Sudah jauh-jauh hari pemerintah dan pelaku industri mempersiapkan segala sesuatu untuk menunjang periode sibuk ini, tidak terkecuali dalam hal konektivitas di seluruh jalur mudik.

Dalam hal ini, operator seluler mengambil bagian secara serius mempersiapkan peralatan dan personel, baik di pusat-pusat pemantauan atau sistemnya maupun di lapangan untuk memberikan dukungan agar mudik tahun ini dapat berlangsung dengan baik.

Persiapannya tidak saja yang berkaitan dengan sarana prasarana dan fisik transportasi, tetapi juga sarana dan prasarana digital atau telekomunikasi.

Selamat membaca!

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance bisnis properti surat utang negara Mudik Lebaran
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top