Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Sedikit Pabrik Gula yang Mulai Giling Tebu, Kemendag: Stok Aman

Menurut laporan Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 28 April 2022, stok indikatif gula sebesar 410,40 ribu ton dengan ketahanan kurang lebih 1,54 bulan. Sementara kebutuhan sekitar 260 ribu ton per bulannya.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 29 April 2022  |  17:50 WIB
Masih Sedikit Pabrik Gula yang Mulai Giling Tebu, Kemendag: Stok Aman
Ilustrasi Produksi Gula nasional - KTM

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sinergi Gula Nusantara atau SugarCo melaporkan bahwa hingga minggu terakhir April 2022 ini masih sedikit pabrik gula yang menggiling tebu akibat faktor cuaca.  

CEO SugarCo Aris Toharisman menyampaikan, kebanyakan pabrik berencana untuk memulai penggilingan di minggu ketiga April 2022, namun terpaksa mundur akibat hujan yang masih sering turun.

“Di minggu ketiga April ini baru beberapa pabrik yang melaksanakan giling. Sedikit mundur karena kelihatannya cuaca masih agak basah, masih hujan, jadi pabrik masih belum mulai giling,” ungkap Aris, Jumat (29/4/2022).

Lebih lanjut, Aris menyampaikan bahwa kurang dari 10 persen pabrik yang saat ini sudah mulai giling. Aris memastikan pada minggu kedua Mei 2022, sekitar 80 persen pabrik akan siap giling.  

Menurut laporan Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 28 April 2022, stok indikatif gula sebesar 410,40 ribu ton dengan ketahanan kurang lebih 1,54 bulan. Sementara kebutuhan sekitar 260 ribu ton per bulannya. Stok dapat dikatakan aman meski pabrik gula di dalam negeri belum banyak yang mulai produksi.

“Sebagian besar PG baru mulai giling pada Mei, gula PG diperkirakan akan masuk pasar pada Juni 2022,” kata Kemendag dikutip dalam laporan Perkembangan Harga, Inflasi Dan Stok Indikatif Barang Kebutuhan Pokok, Kamis (28/4/2022). 

Harga gula dalam satu minggu ke belakang terpantau stabil meski sebelumnya pada awal April 2022 sempat terjadi kelangkaan yang membuat harga secara nasional naik. Pemerintah pun menaikkan harga eceran tertinggi atau (HET) yang sebelumnya Rp12.500/kg menjadi Rp13.500/kg.

Menurut Aris, stabilnya harga gula didukung dengan gula impor yang sudah berdatangan dan diproyeksikan hingga mei mendatang mencapai sekitar 772 ribu ton.

“Jadi walaupun musim gilingnya belum dimulai di beberapa pabrik, raw sugar itu sudah mulai diolah seperti di pabrik gula Kebon Agung di Jawa Timur dan di PT Perkebunan Nusantara-II (PTPN-2). Kelihatannya ini yang menyebabkan harga relatif stabil,” ungkap Aris.

Menurut laporan Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 28 April 2022, harga eceran nasional gula kristal putih yaitu Rp14.700/kg dengan harga acuan (HA) Rp12.500/kg atau naik 0,68 persen mtm. Meski stok aman, kenaikan tetap terjadi akibat tingginya permintaan pada Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Harga contract futures Mei 2022 tercatat senilai US$555/ton setara dengan Rp7.963/kg. Nilai tersebut naik 1,65 persen dari bulan sebelumnya yang berada pada angka US$522,2/ton. Sementara paritas impor tercatat sebesar Rp12.843/kg.

Sementara harga gula beberapa merek di ritel modern di kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022) sesuai dengan HET, yaitu Rp13.500 per kilogram. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula tebu pabrik gula kemendag bahan pokok impor gula petani tebu rendemen tebu harga gula harga bahan pokok
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top