Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Kelas Menengah Atas Diproyeksi Naik, Terdorong Momentum Lebaran dan Mudik

Perbaikan konsumsi tersebut tercermin dari sejumlah indikator, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, kinerja penjualan eceran, dan PMI manufaktur yang tetap kuat.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 April 2022  |  19:37 WIB
Sejumlah mobil melaju di ruas tol Boyolali-Solo di Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (26/4/2022). Antara - Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah mobil melaju di ruas tol Boyolali-Solo di Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (26/4/2022). Antara - Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Pemberlakuan mudik Lebaran pada tahun ini, sejalan dengan membaiknya mobilitas masyarakat di tengah terkendalinya pandemi Covid-19, diperkirakan akan mendorong konsumsi masyarakat, khususnya kelompok masyarakat menengah ke atas.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan perbaikan konsumsi tersebut tercermin dari sejumlah indikator, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, kinerja penjualan eceran, dan PMI manufaktur yang tetap kuat.

Menurutnya, pada momentum Lebaran tahun ini, masyarakat kelas menengah ke atas akan lebih masif berbelanja. Pasalnya, sentimen konsumsi kelompok masyarakat ini bergantung pada pengendalian Covid-19.

“Kalau pandemi lagi tinggi mereka akan menahan konsumsi, sebaliknya kalau penanganan baik, mereka akan melakukan konsumsi lebih. Kelompok masyarakat ini akan ikut mendorong konsumsi dan mempengaruhi dinamika konsumsi terutama di kuartal II,” katanya kepada Bisnis, Rabu (27/4/2022).

Sementara itu, Yusuf mengatakan konsumsi kelas menengah ke bawah akan sangat bergantung pada angka inflasi terutama pada periode Lebaran ini.

“Kalau inflasi tinggi dan berada di luar proyeksi yang diperkirakan pemerintah, maka pertumbuhan konsumsi kelas menengah ke bawah tidak akan semasif kelompok menengah ke atas,” jelasnya.

Konsumsi kelas menengah ke bawah pun, menurutnya, sangat dipengaruhi oleh kompensasi bantuan sosial oleh pemerintah.

Dengan konsumsi yang diperkirakan positif pada kuartal II/2022, Yusuf memperkirakan perekonomian pada periode ini sudah mulai memasuki tahap normalisasi.

“Angka sementara kami perkirakan pertumbuhan ekonomi yang disumbang oleh mudik dan aktivitas perekonomian lain, belanja pemerintah dan investasi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal II di kisaran 5,0-5,3 persen. Angka ini bisa berubah mengikuti perkembangan atau dinamika perekonomian di sisa kuartal 2 ini,” kata Yusuf.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi konsumsi Mudik Lebaran
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top