Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

8 Tips Merancang Rumah Hemat Energi

Penghijauan perlu dilakukan di dalam rumah. Pohon di halaman akan menaungi rumah Anda dari paparan sinar matahari.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 23 April 2022  |  16:43 WIB
Teras rumah bergaya minimalis. Pencahayaan yang baik, bisa hemat energi listrik - Istimewa
Teras rumah bergaya minimalis. Pencahayaan yang baik, bisa hemat energi listrik - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Rumah hemat energi menjadi mimpi bagi sebagian orang. Sebab, pencahayaan yang baik, bisa menurunkan tagihan listrik.

Pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang bagus, bisa menyebabkan iklim di rumah lebih sejuk, karena bisa menurunkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Melansir dari energy.gov, Sabtu (23/4/2022) simak sejumlah kiat untuk membuat rumah lebih hemat energi:

  1. Meningkatkan Kesadaran untuk Menghemat Listrik

Menghemat penggunaan listrik dengan cara mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan merupakan hal termudah untuk mewujudkan rumah yang hemat energi. Selain itu, melakukan konversi ke peralatan elektronik yang lebih hemat energi juga perlu dilakukan, misalnya, mengganti lampu bohlam dengan lampu LED dapat menghemat sampai 90 persen penggunaan listrik. 

Tidak hanya menghemat biaya tagihan listrik, lampu LED juga lebih tahan lama sehingga menghindari penggantian bohlam yang berulang. Opsi lainnya adalah dengan memasang smart home system, yang dapat menghemat penggunaan listrik dengan sistem otomatis.

  1. Memastikan Pencahayaan Alami Masuk ke Rumah

Untuk menciptakan rumah yang hemat energi, Pastikan ada cukup sinar matahari yang masuk ke rumah dengan menggunakan jendela, skylight, dan halaman. Hal ini akan menghemat penggunaan energi untuk penerangan buatan pada siang hari. Cahaya utara tersebar dan bebas silau sehingga paling cocok untuk area seperti ruang belajar, perpustakaan, atau studio.

Jendela perlu diberikan bukaan yang maksimal pada fasad utara dan selatan. Saat menggunakan pencahayaan alami di rumah, perhatikan perolehan panas dan kontrol silau. Pikirkan ukuran dan posisi jendela, jenis kaca, serta pantulan lapisan interior. 

  1. Memasang Penutup Jendela

Tirai, gorden, dan kerai dapat membuat perbedaan besar pada rumah hemat energi. Begitu juga jendela yang ditempatkan secara strategis yang bertujuan untuk memaksimalkan pencahayaan matahari dan panas alami yang masuk ke dalam rumah.

Berdasarkan data dari Energy Saving Trust, sekitar 18 persen panas rumah keluar-masuk melalui jendela. Tentunya, hal ini berkaitan dengan pertanyaan mengapa rumah dengan banyak jendela bisa menghemat energi listrik. Rumah dengan banyak jendela dapat mengurangi penggunaan lampu di siang hari, sekaligus membuat rumah lebih sejuk sehingga kita tidak perlu menggunakan pendingin ruangan

Anda juga dapat memilih penutup jendela yang tepat untuk membantu mengontrol suhu di bagian dalam rumah. Sekadar tips, anda juga dapat memakai jendela dengan penutup ganda untuk melindungi rumah dari panas sekaligus suara bising dari luar.

  1. Penggunaan Kaca Toned, Atap Lebar, dan Skylight

Karena Indonesia memiliki iklim tropis yang lembab dan panas, pemilihan kaca yang tepat dapat membantu menjaga panas yang masuk ke dalam rumah. Dilansir dari Biofriendly house, atap yang besar, kanopi jendela hingga penggunaan secondary skin dapat membantu menghalangi sinar matahari yang masuk sekaligus meningkatkan efisiensi rumah.

Selain itu, penggunaan atap skylight juga dapat menjadi pilihan lain untuk menghemat energi. Hal ini disebabkan karena atap skylight dapat menambah pencahayaan alami ke dalam rumah sehingga membatasi kebutuhan untuk menyalakan lampu di siang hari.

Jendela yang dipasang di skylight juga dapat membiarkan udara segar masuk ke dalam rumah. Sehingga menyebabkan cross ventilation di dalam ruangan tertutup seperti kamar tidur, sehingga dapat mendinginkan ruangan tersebut tanpa harus menyalakan AC.

  1. Memilih Plafon Minimalis

Rumah dengan plafon tinggi mungkin cukup populer akhir-akhir ini. Akan tetapi, plafon tinggi akan menuntut lebih banyak energi untuk memanaskan dan mendinginkan ruangan. Semakin rendah plafon atau langit-langit rumah, semakin hemat energi rumah.

Karena Indonesia memiliki iklim tropis, maka desain plafon rumah dengan tinggi antara 2,8 meter hingga 3,5 meter adalah pilihan ideal untuk menghemat energi. Sebagai catatan, plafon yang tinggi juga dapat memberikan sirkulasi udara yang baik ke dalam hunian.

  1. Memasang Kaca Film Solar Control

Saat ini terdapat beberapa produsen yang menawarkan kaca film solar control. Meski harganya sedikit mahal, kaca film ini dapat membantu mengurangi intensitas dan suhu panas matahari yang masuk ke ruangan. Dengan demikian, ruangan akan terasa lebih sejuk.

  1. Memasang Atap Berwarna Terang

Batu bata ekspos dan atap berwarna gelap akan menarik banyak panas ke dalam rumah. Oleh karena itu, atap yang berwarna terang dapat menjadi pilihan terbaik untuk rumah hemat energi. Hal yang sama juga berlaku untuk bagian fasad yang berwarna putih, karena warna cerah dapat memantulkan cahaya matahari, sehingga temperatur dalam ruangan tidak terlalu panas sehingga penggunaan AC bisa diminimalisir.

  1. Melakukan Penghijauan

Penghijauan perlu dilakukan di dalam rumah. Pohon di halaman akan menaungi rumah Anda dari paparan sinar matahari. Tanaman di sekitar rumah akan melepaskan oksigen di siang hari, sehingga udara akan terasa lebih sejuk.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah desain rumah
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top