Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-Siap! Kemenhub dan KAI Bikin Mudik Gratis 2022 Pakai Kereta Api

Kemenhub dan KAI bakal mengadakan program Mudik Gratis 2022 menggunakan kereta api dalam waktu dekat.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 19 April 2022  |  13:17 WIB
Siap-Siap! Kemenhub dan KAI Bikin Mudik Gratis 2022 Pakai Kereta Api
KAI memasang livery khusus Ramadan di 9 lokomotif. - KAI

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengadakan program mudik gratis untuk Idulfitri 2022 menggunakan moda kereta api yang diumumkan dalam waktu dekat.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan pihak operator yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait dengan layanan mudik gratis. Kendati demikian, angkutan mudik gratis yang difasilitasi nantinya tidak sepenuhnya tanpa biaya.

Adita mengatakan angkutan gratis yang akan disediakan yakni untuk sepeda motor pemudik. Sementara itu, penumpang nantinya masih akan harus membayar untuk tiket kereta api.

"Mudik gratis dengan kereta api memang belum kita umumkan tapi akan kita sampaikan dalam waktu dekat. Bekerja sama dengan KAI. Jadi, penumpang naik kereta api lalu motornya juga diangkut. Tentu, ini tidak sepenuhnya gratis. Karena untuk penumpang tetap ada biaya meskipun motornya diangkut secara gratis," kata Adita, Senin (18/4/2022).

Penyediaan angkutan sepeda motor gratis bagi pemudik bertujuan untuk memfasilitasi banyaknya pemudik yang berencana untuk menggunakan kendaraan roda dua. Sebanyak 47 persen dari 85,5 juta orang yang berencana mudik akan menggunakan moda transportasi darat, di antaranya kendaraan roda dua.

Selain kereta api, Kemenhub dan sejumlah badan usaha serta lembaga lainnya menyediakan mudik gratis untuk moda transportasi darat. Dari pemerintah, Kemenhub telah menyediakan mudik gratis dengan total kuota pertama dan kedua hampir 21.000 pemudik tahun ini. Kemenhub baru saja membuka kuota kedua mudik gratis kemarin, Senin (18/4/2022), sebanyak 10.080 orang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sudah menyiapkan total 401 perjalanan kereta api jarak jauh, baik rangkaian utama maupun cadangan, untuk masa angkutan Lebaran 2022.

KAI menetapkan masa angkutan lebaran selama 22 hari sejak 22 April sampai dengan 13 Mei 2022. Selama periode tersebut, KAI akan menyediakan angkutan lebaran berikut posko terpadu angkutan lebaran.

"Untuk saat ini, perjalanan KA jarak jauhnya kami siapkan sementara ini 366 KA jarak jauh, sementara itu ada 35 tambahan KA," kata  Direktur Operasi PT KAI Awan Hermawan, Senin (18/4/2022).

Awan juga memaparkan bahwa terdapat 459 lokomotif yang sudah disiapkan untuk mengangkut angkutan Lebaran, dengan 1.605 kereta api yang siap beroperasi.

Pada sisi kapasitas, KAI telah menyiapkan hingga total 4,7 juta tempat duduk kereta api bagi pemudik. Sementara itu, sebanyak 2,4 juta tempat duduk khusus untuk kereta api jarak jauh.

"Dari 2,4 juta ini sudah terjual 43 persen sampai dengan saat ini. Sudah cukup banyak 1 juta [tempat duduk] sudah terjual, tapi masih banyak juga yang kosong," jelasnya.

Saat ini, syarat dan aturan perjalanan kereta api menggunakan Surat Edaran (SE) Kemenhub No.39/2022. Di dalamnya, diatur kewajiban vaksinasi dosis ketiga (booster) sebagai syarat perjalanan menggunakan kereta api.

Kendati demikian, bagi masyarakat yang baru divaksinasi dosis kedua maupun pertama, masih bisa melakukan mudik dengan syarat negatif Covid-19 hasil rapid test antigen maupun RT-PCR.

Untuk itu, KAI menyiapkan layanan tes rapid antigen di sebanyak 75 stasiun kereta api. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kai pt kai kereta api Kemenhub pt kereta api indonesia Mudik Lebaran mudik mudik gratis Info Mudik
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top