Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Kredit China Tumbuh Pesat, Ini Penyebabnya

People's Bank of China mencatat pertumbuhan kredit China tercatat lebih cepat pada Maret 2022.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 12 April 2022  |  08:45 WIB
Ilustrasi bendera nasional China - Bloomberg
Ilustrasi bendera nasional China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan kredit China tercatat lebih cepat pada Maret seiring dengan berlanjutnya aktivitas ekonomi setelah Tahun Baru Imlek dan pemerintah daerah meningkatkan penjualan obligasi.

Dilansir Bloomberg pada Senin (11/4/2022), People's Bank of China mengatakan pembiayaan agregat tercatat mencapai 4,7 triliun yuan (US$738 miliar) pada Maret, naik dari 1,2 triliun pada Februari.

Angka itu juga lebih tinggi dibandingkan dengan 3,4 triliun yuan pada tahun lalu. Para ekonom telah memproyeksikan 3,6 triliun yuan.

Sementara itu, lembaga keuangan menghasilkan 3,1 triliun yuan pinjaman baru pada bulan tersebut, naik dari 1,2 triliun yuan pada Februari. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi ekonom sebesar 2,8 triliun yuan.

Stok kredit yang beredar tumbuh 10,6 persen menjadi 325,6 triliun yuan, meningkat dari 10,2 persen pada Februari.

Tren pertumbuhan kredit di China biasanya terjadi setelah Tahun Baru Imlek seiring dengan berlanjutnya operasional perusahaan.

Pembiayaan obligasi pemerintah telah menjadi kunci untuk meningkatkan pembiayaan agregat tahun ini, dengan provinsi-provinsi menjual surat utang khusus dengan kecepatan tinggi untuk segera membayar stimulus fiskal.

"Data menunjukkan bahwa pelonggaran kebijakan moneter berbasis kuantitas sedang bekerja dan itu mengurangi kekhawatiran pasar atas kurangnya dukungan moneter untuk mengimbangi tekanan pertumbuhan," kata ekonom China NatWest Group Plc Liu Peiqian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit imlek china moneter ekonomi china

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top