Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Naik, Kemendag Waspadai Ketersediaan Bahan Pokok Impor

Kementerian Perdagangan mewaspadai ketersediaan bahan pokok yang bertopang pada aktivitas impor bakal terganggu akibat naiknya permintaan dalam negeri.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  17:12 WIB
Pedagang menata bawang putih impor di pasar kota, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5). - Antara/Rahmad
Pedagang menata bawang putih impor di pasar kota, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewaspadai potensi naiknya permintaan masyarakat atas barang kebutuhan pokok atau bapok impor yang ada di pasar. 

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan kementeriannya khawatir pasokan bapok yang bertopang pada aktivitas impor bakal terganggu akibat meningkatnya permintaan dalam negeri. Sementara harga di pasar dunia terus mengalami fluktuasi akibat perang Rusia vs Ukraina.

“Kemendag terus memantau harga komoditas internasional dan situasi geopolitik akibat konflik Rusia-Ukraina yang mengganggu pasokan khususnya Bapok yang bersumber dari impor seperti kedelai dan tepung terigu,” kata Oke saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (30/3/2022).

Berdasarkan catatan Kemendag, ada empat komoditas pangan dalam negeri yang bertopang pada impor mengalami kenaikan harga yang signifikan secara tahunan atau year-on-year (yoy). Pertama, harga gandum pada perdagangan 25 Maret 2022 sudah menyentuh di angka US$399 per ton atau naik 93,6 persen dari posisi tahun lalu sebesar US$188 per ton.

Kedua, harga kedelai di pasar dunia sudah menembus Rp8.875 per kilogram atau naik 95,6 persen dari posisi tahun lalu sebesar Rp4.528 per kilogram.

Ketiga, harga sapi bakalan pada perdagangan 22 Maret 2022 mencapai US$4,28 per kilogram atau naik 72 persen dari pencatatan US$2,49 per kilogram secara tahunan.

Keempat, harga gula konsumsi mencapai Rp7.802 per kilogram pada 25 Maret 2022 atau naik 51,6 persen dari posisi Rp5.145 per kilogram tahun lalu.

“Namun demikian, berdasarkan hasil koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi terkait ketersediaan pasokan selama lebaran dan idulfitri 2022 dipastikan cukup dengan ketahanan antara 1,1 sampai 2 bulan ke depan,” tuturnya.

Adapun, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar dunia pada perdagangan 25 Maret 2022 mencapai 22.730 per kilogram atau naik 187 persen dari torehan Rp7.920 per kilogram pada tahun lalu.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan melaporkan sebagian besar Bapok mengalami kenaikan harga yang signifikan seiring dengan pemulihan permintaan pada awal tahun ini. Minyak goreng curah misalnya, sempat mencatatkan harga Rp18.300 per liter pada Selasa (29/3/2022) atau naik 1,67 persen dari harga sebelumnya di angka Rp18.000 per liter.

Kenaikan harga pada minyak goreng subsidi itu juga diikuti dengan kenaikan pada minyak goreng kemasan premium dan sederhana yang masing-masing sebesar Rp25.600 per liter dan Rp23.00 per liter.

Selanjutnya harga kedelai impor di tingkat pengrajin tempe dan tahu sudah menyentuh di angka Rp14.100 per kilogram pada Selasa (29/3/2022) atau naik 2,17 persen dari torehan Rp13.800 per kilogram pada Senin (28/3/2022).

Harga bapok yang masih tertahan tinggi juga terjadi pada daging sapi paha belakang, daging ayam ras, telur ayam ras, cabe rawit merah hingga bawang putih honan masing-masing sebesar Rp129.900 per kilogram, Rp36.200 per kilogram, Rp25.700 per kilogram, Rp62.800 per kilogram hingga Rp31.200 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor kemendag bahan pokok Perang Rusia Ukraina
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top