Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Sapi Bakalan Konsisten Tinggi, Ini Toh Alasannya

Meat & Livestock Australia (MLA) untuk Indonesia membeberkan alasan tingginya harga impor sapi bakalan saat ini.
Peternak menjual sapi di Pasar Hewan Tumpang, Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5/2015)./Antara-Ari Bowo Sucipto
Peternak menjual sapi di Pasar Hewan Tumpang, Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5/2015)./Antara-Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA — Country Manager of Meat & Livestock Australia (MLA) untuk Indonesia Valeska menuturkan reli kenaikan harga sapi bakalan dari Australia disebabkan adanya fokus pemulihan pasokan sapi dalam negeri sepanjang 2021. 

“Antara peternak di Australia, feedlot, RPH di Australia dan eksportir sapi hidup, ada persaingan yang lebih ketat dimana masing-masing pihak mencari sapi untuk restocking untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” kata Valeska melalui pesan WhatsApp, Kamis (3/3/2022). 

Dengan demikian, Valeska menuturkan, masing-masing pihak dalam rantai pasok itu bersedia untuk membayar dengan harga premium terkait dengan upaya pemulihan kembali stok mereka. Terutama, kata dia, peternak yang memerlukan sapi indukan untuk replacement dan keberlanjutan usaha peternakan mereka ke depan. 

“Saat ini karena situasi pandemi sudah membaik di beberapa negara, termasuk Indonesia, permintaan atau demand untuk daging mulai meningkat juga. Sama dengan beberapa komoditas lainnya,” kata dia. 

Berdasarkan proyeksi industri Sapi Australia 2022 milik MLA, seiring dengan kondisi musim yang baik di wilayah produksi sapi di selatan Australia yang memasuki tahun ketiga serta pengembangan kawanan secara regional yang terus berlanjut di sana, kawanan nasional diharapkan dapat tumbuh sebesar 4 persen mencapai 27,2 juta ekor pada tahun ini.

Jumlah kawanan diharapkan tumbuh sebesar 7 persen pada akhir 2024 mencapai 28,2 juta ekor, yang merupakan tingkat tertinggi sejak tahun 2014. Persentase kawin dan breeding yang di atas rata-rata mendorong peningkatan kawanan nasional ini karena kondisi musiman membuat produsen terus membangun kembali jumlah ternak di seluruh wilayah ternak nasional. 

Sementara itu, seiring dengan volume pemotongan yang terus meningkat dari kondisi rendah pada tahun lalu dan bobot karkas yang tetap stabil, produksi diharapkan mencapai 2,08 juta ton pada 2022, meningkat 12 persen dari tahun 2021.

Hingga 2024, dengan peningkatan volume pemotongan dan bobot karkas yang tinggi, maka produksi diperkirakan mencapai 2,44 juta ton, naik 32 persen dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan produksi ini memberi prediksi positif terhadap pasar ekspor, yang khususnya terus mengalami pemulihan dari pandemi dan permintaan akan daging sapi Australia yang tetap kuat. Produksi 2.44 juta ton akan menjadi rekor baru, melampaui rekor yang dicatat pada 2019 saat tingkat pemotongan sangat tinggi yang dipicu oleh kondisi musim kering. 

“Dan Gapuspindo dan supplier Australia sudah berpengalaman, saya rasa mereka mengerti signal-signal pasar, namun memang ini situasi yang semuanya terjadi secara bersamaan, pandemi, high oil prices, tingginya biaya transportasi, currency, dan lainnya,” kata dia. 

Tahun lalu merupakan tahun penuh tantangan bagi industri ekspor sapi hidup Australia, dan tantangan tersebut diperkirakan terus berlanjut hingga 2022. Total 771.931 ekor sapi telah diekspor dari Australia pada tahun 2021 atau 26 persen lebih rendah dibandingkan 2020.

Kendati demikian, angka itu lebih tinggi dibandingkan prakiraan sebelumnya karena adanya permintaan pada bulan Desember yang lebih tinggi dari yang diharapkan. 

Adapun, Australia mengekspor 406.781 ekor sapi bakalan ke Indonesia pada 2021, hanya turun 12 persen dari tahun sebelumnya. Lonjakan pada ekspor Desember sebagian besar didorong oleh tingginya permintaan akan sapi bakalan di Indonesia.

“Karena bulan Ramadhan diperkirakan jatuh pada tanggal 2 April dan Idul Fitri pada tanggal 2 Mei 2022, para importir harus membeli sapi bakalan pada bulan Desember dan Januari untuk persiapan periode hari raya tersebut,” tuturnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper