Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gandeng TaniHub dan SayurBox, WIM (NASI) Perkuat Distribusi dan Jaringan Beras 

Wahana Inti Makmur Tbk. (WIM) akan menguatkan jaringan logistiknya dengan menggandeng beberapa marketplace dan startup untuk kebutuhan industri hotel, restoran dan kafe (Horeka). 
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  04:38 WIB
Pekerja memikul karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Pekerja memikul karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wahana Inti Makmur Tbk. (WIM) akan menguatkan jaringan logistiknya dengan menggandeng beberapa marketplace dan startup di antaranya TaniHub, SayurBox, ePorter, Jagapati, OrganicBox untuk jualan beras khususnya. 

Emiten dengan kode saham NASI ini merupakan produsen dan pemasok beras, terlebih beras khusus atau customize untuk kebutuhan industri hotel, restoran dan kafe (Horeka). 

Perseroan membeli bahan baku berupa beras yang kemudian diolah untuk meningkatkan kualitas beras. Sejak pendiriannya, Wahana Inti Makmur telah menganut sistem pertanian plasma bekerja sama dengan petani untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi yang dapat diproduksi secara berkelanjutan.

Direktur Utama WIM Piero Mustafa mengatakan, kerja sama ini memudahkan pelanggan mendapatkan beragam jenis beras produksi perusahaan. 

Semua jenis beras itu tersedia di platform e-commerce seperti TaniHub, SayurBox dan marketplace lainnya. Melalui kerja sama ini, WIM menargetkan penjualan beras dengan omset yang cukup besar tahun ini. 

"Pelanggan di berbagai sektor, seperti pasar-pasar, hotel, restoran, katering dan ritel baik pusat dan daerah juga dapat melakukan pembelian dengan jenis beras custom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kami juga sudah bekerja sama dengan grup horeka besar yang memasok beras ke seluruh Indonesia," kata Piero, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/2/2022).

Bentuk kerja sama ini kata Piero akan menyentuh sisi hulu hingga hilir sektor pertanian. Menurutnya, kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Terlebih lagi dalam masa pandemi ini, perseroan tetap mengalami pertumbuhan dan akan terus berekspansi dan berinovasi di tahun-tahun yang akan datang

Saat ini saja ekosistem seperti perusahaan TaniHub, SayurBox dan lainnya menghubungkan mereka dengan lebih dari ribuan pelanggan bisnisnya. Pelanggan yang memanfaatkan platform TaniHub dan SayurBox ini sambung Piero mulai dari usaha kecil dan menengah (UKM), hotel, restoran, serta katering. 

Menurutnya, melalui  beberapa startup sejenis ini, akan mempermudah membangun jaringan penjualan langsung ke market tradisional maupun retail besar. Selain itu, dalam waktu dekat perseroan juga akan menggandeng startup digital lainnya yang bergerak di bidang penyedia bahan baku untuk kebutuhan kuliner. 

Piero juga menjelaskan, perseroannya merupakan pemain cukup pengalaman di industri beras khusus ini. Ia melihat saat ini tren ke depannya masyarakat akan lebih fokus pada kesehatan, terutama kaitannya dengan hadirnya pandemi dan dalam soal makanan utama yakni beras yang sehat dan berkualitas. 

“Pandemi ini mengubah cara hidup, pola makan termasuk kebiasaan berbelanja. Semakin banyak orang berbelanja melalui online karena mudah dan mengurangi kerumunan sehingga kami menggandeng perusahaan e-commerce dan marketplace. Untuk tren hidup sehat, marak juga restoran modern di medsos yang mengedepankan aspek kesehatan dan kebugaran misalnya rekomendasi makanan sehat," katanya.

Saat ini WIM sudah memproduksi berbagai macam produk beras sesuai dengan kebutuhan yang cocok untuk masakan Jepang, Korea, Thailand, Taiwan, India, Arab yang membutuhkan beras jenis khusus untuk cita rasa masakannya. 

Begitu juga dengan masyarakat yang sangat memperhatikan kesehatan, WIM juga memproduksi beras merah dan hitam yang banyak mengandung serat dan vitamin. 

Terkait pola hidup sehat, selain beras merah dan hitam, WIM juga menyediakan beras jenis Basmati yang cocok untuk konsumen yang sedang menjalani pola diet. 

Saat ini pemerintah melalui Balai Besar Penelitian Padi Kementerian Pertanian juga sudah mengembangkan dan memiliki varietas khusus beras Basmati lokal, yang diberi nama Baroma. Selain lebih pulen, beras Baroma ini pun lebih wangi dari Basmati. 

Sekarang ini, sambung Piero, permintaan beras jenis Basmati cukup tinggi untuk kebutuhan bahan baku Nasi Biryani dan Kebuli seiring semakin menjamurnya rumah makan khusus India dan Arab. 

Melalui varietas Baroma ini, WIM bisa memenuhi permintaan tersebut. Terlebih lagi perusahaannya kata Piero sendiri sudah berhasil menanam dan mengembangkan produk beras ini. 

“Kami memiliki segmentasi yang khusus dan pangsa pasarnya sangat luas. Kami menguasai hulu hingga hilir untuk beras khusus tersebut. Kami main di supermarket, e-commerce dan marketplace lalu langsung memasok ke grup-grup horeka juga. Konsumennya loyal dan saat ini era orang yang lebih memperhatikan kesehatan, alami, fashion, lifestyle,” ujar Piero lagi. 

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2021, Wahana Inti Makmur mencatatkan kenaikan pendapatan 14 persen year on year (yoy), dari Rp 40,56 miliar menjadi Rp 45,41 miliar sesuai dengan proyeksi. Target pertumbuhan perseroan direncanakan tahun 2022 ini mampu mencapai 30 persen-35 persen atau ditargetkan akan mencapai pendapatan Rp60 miliar. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp marketplace produksi beras Wahana Inti Makmur
Editor : Wahyu Arifin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top