Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konflik Rusia-Ukraina, Kekayaan Taipan Rusia Merosot

Kekayaan Timchenko (69), anak dari pejabat militer Rusia yang berkawan dengan Presiden Vladimir Putin selama awal 1990-an, sekarang US$16 miliar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  17:12 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, JAKARTA — Kekayaan miliarder Rusia langsung anjlok US$32 miliar seiring menegangnya konflik di Ukraina yang berujung pada pengenaan sanksi kepada negeri beruang merah.  

Gennady Timchenko menjadi taipan Rusia yang paling terkena dampak setelah kekayaannya merosot hampir sepertiga sejak 1 Januari, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Kekayaan Timchenko (69), anak dari pejabat militer Rusia yang berkawan dengan Presiden Vladimir Putin selama awal 1990-an, sekarang US$16 miliar. Kekayaan Timchenko berasal dari sahamnya di produsen gas Novatek.

Sementara pemegang saham lainnya seperti Leonid Mikhelson juga turun US$6,2 miliar pada tahun ini dan Chairman Lukoil Vagit Alekperov turun US$3,5 miliar pada periode yang sama saat saham perusahaan tergelincir 17 persen.

Sebanyak 23 miliarder Rusia memiliki total kekayaan US$343 miliar, menurun US$375 miliar pada akhir tahun lalu.

Adapun sebagaimana diketahui, dilansir Bloomberg, Rabu (23/2/2022), Presiden AS Joe Biden pada Selasa mengumumkan sanksi yang menargetkan penjualan utang negara Rusia ke luar negeri dan elit negara itu.

AS juga akan mengirim sejumlah pasukan tambahan dengan jumlah yang tidak ditentukan ke Baltik dalam langkah defensif untuk melindungi negara-negara NATO.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia ukraina Joe Biden
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top