Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Naik hingga 24 Persen, Penjualan Alat Berat Diproyeksi 18.000 Unit Tahun Ini

Pada tahun ini tantangan yang dihadapi industri masih seputar ketidakpastian akibat Covid-19. Sejauh ini kegiatan operasional masih 50 persen sehingga peningkatan produktivitas belum bisa dimaksimalkan meski di tengah naiknya permintaan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  16:24 WIB
Pekerja mengoperasikan alat berat saat bongkar muat batu bara ke dalam truk di Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN), Marunda, Jakarta, Rabu (12/1/2022).  - Antara Foto/M Risyal Hidayat
Pekerja mengoperasikan alat berat saat bongkar muat batu bara ke dalam truk di Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN), Marunda, Jakarta, Rabu (12/1/2022). - Antara Foto/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Meski tidak setinggi tahun lalu, penjualan alat berat diproyeksikan tetap akan tumbuh tahun ini. Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) memproyeksikan penjualan pada tahun ini akan berada di kisaran 18.000 unit, setelah 2021 mencatatkan pertumbuhan 110 persen menjadi 14.560 unit.

Ketua Umum PAABI Etot Listyono mengatakan persentase pertumbuhannya berada di kisaran 20 persen hingga 24 persen.

"Tertinggi sektor mining itu tumbuh 220 persen [tahun lalu], baru kemudian sektor agro, konstruksi, dan kehutanan," kata Etot saat dihubungi, Rabu (26/1/2022).

Pada tahun ini tantangan yang dihadapi industri masih seputar ketidakpastian akibat Covid-19. Sejauh ini kegiatan operasional masih 50 persen sehingga peningkatan produktivitas belum bisa dimaksimalkan meski di tengah naiknya permintaan.

Selain itu, isu logistik juga masih menjadi salah satu kendala utama. Hal itu juga bertalian erat dengan melonjaknya harga-harga material karena kenaikan kebutuhan alkat berat.

"Naiknya kebutuhan alat berat ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di global market," lanjutnya.

Selain menyiapkan permintaan untuk pasar Indonesia, prinsipal juga harus menyediakan untuk kebutuhan di pasar-pasar lain.

Sementara itu, produksi alat berat di dalam negeri pada tahun lalu mencapai 6.740 unit. Pada tahun ini, Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) memprediksi produksi alat berat pada 2022 akan menembus 9.000 unit. Dengan demikian kontribusi produksi lokal vs impor akan menjadi 50:50 pada tahun ini.

Ketua Umum Hinabi Jamaludin sebelumnya juga mengatakan protokol kesehatan Covid-19 masih menjadi tantangan bagi produktivitas industri.

"Target 2022 di level 9.000 unit bahkan bisa lebih. Tantangan kami adalah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sehingga jam kerja berkurang," kata Jamaludin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur alat berat pertambangan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top