Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fitch: Nafsu Unilever Kejar Akuisisi Unit Bisnis GSK Berisiko bagi Peringkat Kreditnya

Fitch mengatakan bahwa tanpa divestasi material akan mendorong utang Unilever menjadi antara 4,5 dan 5 kali pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi, tingkat di mana Fitch akan mempertimbangkan tindakan pemeringkatan negatif.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  11:03 WIB
Produk Unilever dipajang di sebuah toko kelontong di India -  Bloomberg
Produk Unilever dipajang di sebuah toko kelontong di India - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA- Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings menilai Unilever berisiko mengorbankan peringkat kredit papan atasnya jika melanjutkan dengan tawaran baru untuk divisi kesehatan konsumen GlaxoSmithKline (GSK) yang nilainya mencapai 50 miliar poundsterling atau Rp978 triliun.

Fitch mengatakan bahwa tanpa divestasi material akan mendorong utang Unilever menjadi antara 4,5 dan 5 kali pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi, tingkat di mana Fitch akan mempertimbangkan tindakan pemeringkatan negatif.

"Unilever, yang diberi peringkat A dengan prospek 'stabil', dapat menghadapi penurunan peringkat menjadi tiga kali lipat B - peringkat tingkat investasi terendah," kata Fitch dalam catatannya, dilansir oleh Financial Times, Selasa (18/1/2022).

Fitch mengungkapkan pembelian divisi GSK atau target besar lainnya mungkin akan meningkatkan utang Unilever ke titik di mana perusahaan akan berjuang untuk memotong pinjaman ke level sesuai dengan peringkat A dalam tiga tahun ke depan.

Peringatan itu muncul setelah Unilever mengatakan tetap berkomitmen untuk mempertahankan peringkat kredit A-band dan melanjutkan upaya berulangnya untuk membeli divisi kesehatan konsumen GSK, yang merupakan joint venture dengan Pfizer, meskipun ditolak tiga kali.

Sejauh ini, Unilever sendiri masih menganggap divisi consumer health dari GSK, yang membuat pasta gigi Aquafresh dan Sensodyne serta obat penghilang rasa sakit Panadol dan Advil, memiliki kecocokan strategis yang kuat meskipun ada tentangan dari beberapa investor dan analis.

Harga saham Unilever telah jatuh lebih dari 10 persen sejak berita tentang tawaran itu dilaporkan pada awal minggu ini.

Unilever sendiri akan berusaha untuk fokus pada kesehatan, kecantikan dan kebersihan ke depannya.

Fitch percaya hal ini berarti manajemen terbuka untuk mendivestasikan sebagian besar bisnis makanan, minuman, dan es krim. Menurutnya, langkah ini akan membantu memangkas utang. Sebagai catatan, divisi makanan memiliki mayones Hellmann, es krim Magnum, Pot Noodle, dan kaldu Knorr.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unilever fitch ratings
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top