Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Capai Target Produksi, Pertamina Sering Kena Semprot SKK Migas

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah memberikan peringatan kepada PT Pertamina (Persero) secara berulang terkait dengan rendahnya capaian kinerja produksi siap jual atau lifting migas.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  19:58 WIB
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan mengecek saluran pipa minyak yang menuju tangki pengumpul produksi minyak (Tank Farm) di Blok Rokan, Dumai, Riau, Rabu (22/12/2021). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan mengecek saluran pipa minyak yang menuju tangki pengumpul produksi minyak (Tank Farm) di Blok Rokan, Dumai, Riau, Rabu (22/12/2021). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah memberikan peringatan kepada PT Pertamina (Persero) secara berulang terkait dengan rendahnya capaian kinerja produksi siap jual atau lifting migas.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan, rapor merah yang dicatatkan Pertamina disebabkan oleh faktor internal, setelah adanya perubahan struktur organisasi pascapembentukan Subholding Upstream.

Hal tersebut mempengaruhi cara kerja Pertamina yang masih membutuhkan sejumlah penyelarasan.

“Sudah beberapa kali diberikan peringatan, ada perbaikan-perbaikan, tetapi belum bisa meningkatkan produksi,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (19/1/2022).

Julius menuturkan, masalah terbesar yang ditimbulkan setelah pembentukan Subholding Upstream Pertamina adalah penyelarasan organisasi, yang khususnya menangani formalitas perizinan dan pembebasan lahan.

Untuk tahun ini, SKK Migas masih fokus pada penguatan Pertamina, sembari tetap memacu peran swasta agar bisa memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pencapaian produksi nasional.

“Kami lebih intens untuk fasilitasi dan koordinasi dengan Pertamina dan bentuk task force untuk formalitas perizinan,” ujarnya.

SKK Migas sendiri mencatat, kontraktor yang tidak mencapai target lifting pada tahun lalu sebagian besar adalah anggota dari Pertamina Group. Untuk capaian produksi siap jual atau lifting minyak, terdapat 6 kontraktor dari Pertamina Group yang tidak mencapai target.

Adapun, kontraktor tersebut adalah PT Pertamina Hulu Rokan yang hanya mencapai 160.747 barel minyak per hari (barrel oil per day/bopd) atau 97,4 persen dari target 2021 sebesar 165.000 bopd, dan PT Pertamina EP dengan realisasi 71.421 bopd atau 84 persen dari target 2021 sebanyak 85.000 bopd.

Kemudian, Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd yang mencatatkan realisasi 27.138 bopd, atau 96,9 persen dari target 28.000 bopd sepanjang 2021.

Lebih lanjut, kontraktor Pertamina lainnya yang tak mencapai target adalah PT Pertamina Hulu Energi Oses yang mencatatkan realisasi lifting minyak 24.346 bopd atau 90,2 persen dari target sebesar 27.000 bopd.

Selanjutnya, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur dengan realisasi lifting 9.294 bopd atau 88,5 persen dari target 10.500 bopd, dan BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina yang mencatatkan realisasi 8.538 bopd atau hanya 94,9 persen dari target sebesar 9.000 bopd.

Untuk capaian lifting gas bumi, ada lima dari 15 kontraktor besar yang tidak mencapai target, dan dua kontraktor di antaranya berasal dari Pertamina group, yakni PT Pertamina EP dengan realisasi lifting gas bumi sebesar 680 MMscfd atau 97,1 persen dari target 700 MMscfd, dan PT PHE Jambi Merang dengan realisasi 92 MMscfd atau 96,5 persen dari target 95 MMscfd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina skk migas lifting migas
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top