Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Hulu Migas 2021 Meleset, Bagaimana Prospek Tahun Ini?

SKK Migas mencatat realisasi investasi hulu migas senilai US$10,7 miliar atau setara dengan Rp149,8 triliun.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  20:32 WIB
Investasi Hulu Migas 2021 Meleset, Bagaimana Prospek Tahun Ini?
Platform offshore migas. Istimewa - SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi pada tahun lalu tercatat masih berada di bawah target yang ditetapkan.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto memaparkan bahwa pada tahun lalu, realisasi investasi hulu migas tercatat senilai US$10,7 miliar atau setara dengan Rp149,8 triliun jika mengacu pada kurs Rp14.000 per dolar AS.

"Investasi mencapai US$10,7 miliar atau sekitar 86,4 persen," ujarnya dalam paparannya, Senin (17/1/2022).

Dwi menuturkan kebutuhan akan investasi tersebut akan makin meningkat ke depannya untuk mencapai target besar industri hulu migas. Pemerintah membidik produksi minyak sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030. 

Pada tahun ini, investasi di sektor hulu migas diprediksi mencapai US$13,2 miliar yang terdiri atas investasi untuk kegiatan produksi US$8,4 miliar, kegiatan pengembangan US$2,9 miliar, kegiatan eksplorasi US$1 miliar, dan kegiatan administrasi US$900 juta.

Dwi mengatakan seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan usaha bersama untuk menciptakan iklim investasi yang mendukung pencapaian target besar tersebut. 

“Diperlukan perbaikan fiskal untuk meningkatkan investasi migas ke depan dan mendukung program 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas di tahun 2030," ujar Dwi.

Dia menambahkan, dalam jangka pendek, kegiatan dan investasi di sektor hulu migas diperkirakan meningkat seiring dengan membaiknya ekonomi dengan semakin tertanganinya pandemi Covid-19. 

"Permintaan minyak meningkat seiring dengan perbaikan ekonomi dan akan diimbangi dengan pasokan. Pada jangka pendek harga minyak meningkat karena peningkatan permintaan”, imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas investasi migas
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top