Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemanfaatan Resi Gudang Tumbuh 48 Persen Sepanjang 2021

PT Kliring Berjangka Indonesia melaporkan peningkatan pemanfaatan resi gudang hingga 48 persen sepanjang 2021.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  11:17 WIB
Pemanfaatan Resi Gudang Tumbuh 48 Persen Sepanjang 2021
Resi Gudang PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), perusahaan yang menjalankan fungsi pusat registrasi resi gudang, melaporkan adanya kenaikan pemanfaatan sistem resi gudang sepanjang 2021. Peningkatan pemanfataan terjadi baik dari sisi jumlah registrasi, volume barang, dan nilai pembiayaannya.

Dari sisi jumlah registrasi, resi gudang yang diregistrasi sepanjang 2021 mencapai 633 resi gudang, naik 48 persen dibandingkan dengan 2020 sebanyak 427 resi gudang.

Volume barang yang didaftarkan dalam sistem resi gudang juga meningkats 46 persen, dari 9.590 ton pada 2020 menjadi 13.968 ton pada 2021. Sedangkan dari sisi pembiayaan, terjadi peningkatan sebesar 195 persen dari Rp93,8 miliar pada 2020 menjadi Rp277,395 miliar pada 2021.

“Pertumbuhan pemanfaatan resi gudang, khususnya dari sisi jumlah resi gudang yang diresgistrasi, menunjukkan bahwa para pemilik komoditas telah memiliki pemahaman yang baik serta memanfaatkan instrumen ini," kata Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi melalui siaran pers, Selasa (11/1/2022).

Dia juga mengataka peningkatan nilai pembiayaan menunjukkan bahwa lembaga pembiayaan juga mulai melirik resi gudang untuk penyaluran pembiayaan.

Resi gudang sendiri merupakan dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang diterbitkan oleh pengelola gudang.

Sesuai dengan Permendag No.14/2021 yang merupakan perubahan Permendag No. 33/2020 tentang Barang dan Persyaratan Barang yang dapat Disimpan dalam Sistem Resi Gudang, komoditas yang dapat masuk ke sistem resi gudang meliputi beras, gabah, jagung, kopi, kakao, karet, garam, lada, pala, ikan, bawang merah, rotan, teh, rumput laut, gambir, timah, gula kristal putih, kedelai, dan ayam karkas beku.

Sepanjang 2021, tiga komoditas yang paling banyak memanfaatkan resi gudang adalah gabah dengan 155 registrasi, timah 132 registrasi, dan ayyam karkas beku sebanyak 120 registrasi.

Sedangkan dari sisi pembiayaan, pembiayaan terbesar ada di resi gudang komoditas timah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp206,9 milliar. Lalu disusul rumput laut dengan nilai pembiayaan sebesar Rp31 milliar dan beras dengan nilai pembiayaan sebesar Rp16,1 milliar.

“Ke depan, kami sebagai Pusat Registrasi resi Gudang akan terus melakukan sosialisasi tentang resi gudang kepada masyarakat, khususnya ke daerah-daerah yang menjadi sentra komoditas unggulan," kata Fajar.

Sedangkan terkait pembiayaan, perusahaan berkomitmen terus mengajak lembaga pembiayaan, baik perbankan maupun nonperbankan, untuk masuk dalam pembiayaan resi gudang.

"Kami optimistis pada 2022 resi gudang akan terus tumbuh positif. Khusus terkait dengan pembiayaan, kami proyeksikan akan tumbuh 100 persen," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

resi gudang
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top