Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sembilan Perusahaan Tekstil Catat Ekspansi Senilai Rp10,5 triliun

Perluasan usaha ini menandai optimisme para investor industri TPT dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  17:08 WIB
Sembilan Perusahaan Tekstil Catat Ekspansi Senilai Rp10,5 triliun
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan saat Bisnis Indonesia Award (BIA) 2021 di Jakarta, Rabu (15/9/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan sembilan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merogoh investasi senilai Rp2 triliun di Pulau Jawa dan Rp8,5 triliun di Provinsi Riau untuk berekspansi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perluasan usaha ini menandai optimisme para investor industri TPT dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Kesembilan perusahaan TPT yang berinvestasi tersebut, yakni PT Dhanar Mas Concern, PT Embee Plumbon Textiles, PT Kewalram Indonesia, PT Pan Brothers Tbk., PT Anggana Kurnia Putra, PT Sipatex Putri Lestari, PT Bandung Djaja Textile, PT Sinar Para Taruna Textile dan PT Asia Pacific Rayon.

"Kami berharap, perusahaan-perusahaan ini dapat terus eksis dan meningkatkan kinerja serta menjadi pemain tekstil kelas dunia," kata Agus di Kabupaten Bandung, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (23/12/2021).

Kontribusi industri TPT terhadap produk domestik bruto (PDB) sektor manufaktur sebesar 6,08 persen pada triwulan III/2021. Secara quarter-to-quarter, pertumbuhan industri TPT tercatat tumbuh 4,27 persen, meski masih terkontraksi -3,34 persen secara year-on-year.

Adapun, ekspor TPT pada periode Januari-Oktober 2021 turut mengalami peningkatan sebesar 19 persen menjadi US$10,52 miliar, dengan nilai investasi yang juga mengalami kenaikan sebesar 12 persen menjadi Rp5,06 triliun.

"Hal ini membuktikan bahwa industri TPT bukan sunset industry, bahkan menjadi sunrise industry. Saya optimistis industri TPT nasional akan semakin tumbuh dan akselerasinya cukup baik bila dilihat harmonisasi hulu dan hilir," jelasnya.

Investasi di industri TPT diyakini akan terus tumbuh di masa mendatang. Realisasi investasi tersebut di antaranya meliputi industri pembuatan serat, pembuatan benang, pembuatan kain sampai dengan industri pakaian jadi. Hal ini sejalan dengan target substitusi impor 35 persen pada 2022.

Mendukung masuknya investasi di sektor ini, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan baik fiskal maupun nonfiskal.

Berbagai kebijakan tersebut diimplementasikan dengan program-program seperti tax allowance dan tax holiday, serta pengembangan neraca komoditas dan verifikasi kemampuan industri dalam rangka perbaikan rantai pasok bahan baku dan dukungan terhadap sektor IKM melalui pembangunan material center.

Program selanjutnya, pengendalian impor dan pengenaan trade remedies industri TPT sebagai langkah pengamanan pasar dalam negeri melalui pemberian rekomendasi impor, pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) dan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard.

"Kami juga telah mengeluarkan kebijakan IOMKI, harga gas yang kompetitif, mendorong implementasi circular economy dan sustainibility pada industri TPT, serta peningkatan kompetensi SDM,” ujar Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tekstil industri tpt
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top