Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kehadiran Pusat Perbelanjaan Baru Diprediksi Terbatas hingga 2024

Riset yang dilakukan Colliers Indonesia menunjukkan bahwa tingkat okupansi pusat perbelanjaan pada kuartal III/2021 di kawasan Jabodetabek melanjutkan tren penurunan.
Pengunjung beraktivitas di kawasan Mbloc Space, Jakarta, Selasa (31/8/2021). /Antara
Pengunjung beraktivitas di kawasan Mbloc Space, Jakarta, Selasa (31/8/2021). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan pengembangan pusat perbelanjaan masih berlanjut. Akan tetapi kehadiran tempat baru diproyeksikan terbatas mengingat banyak pengembang yang menunda realisasi investasi.

“Sejak 2020 atau sejak awal pandemi banyak perencanaan pembangunan pusat perbelanjaan baru yang ditunda sementara waktu, sehingga dalam waktu tiga tahun atau lebih sejak awal pandemi belum akan banyak pembukaan pusat perbelanjaan baru,” kata Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja, Jumat (10/12/2021).

Dia juga menjelaskan proyek pembangunan pusat perbelanjaan yang telah berlangsung 50 persen saat pandemi cenderung akan dilanjutkan demi menghindari kerugian yang lebih besar. Selain itu, tingkat okupansi pusat perbelanjaan baru juga masih di kisaran 50 persen, lebih rendah daripada rata-rata tingkat okupansi pusat perbelanjaan di Jabodetabek yang berada di level 70 persen pada kuartal III/2021.

“Meski rendah, tetapi hal tersebut lebih baik daripada pembukaan ditunda terus tanpa kepastian yang dapat berakibat kerugian lebih besar lagi,” lanjutnya.

Rata-rata pusat perbelanjaan yang dibuka selama pandemi, tambah Alphonzus, merupakan mal dengan segmen kelas menengah. Namun dia menyatakan hal tersebut tidak dipengaruhi pandemi karena segmentasi telah direncanakan setidaknya 3 tahun sebelum mal beroperasi.

“Pengembangan toko ataupun kategori usaha yang memerlukan tempat yang luas untuk sementara waktu dihindari terlebih dahulu karena memerlukan investasi besar sementara pasar belum pulih normal sepenuhnya,” lanjut Alphonzus.

Dari sisi tingkat okupansi, dia menjelaskan bahwa minat masuknya penyewa baru mulai meningkat, seiring dengan berlanjutnya tren positif pada sejumlah indikator aktivitas perdagangan.

Riset yang dilakukan Colliers Indonesia menunjukkan bahwa tingkat okupansi pusat perbelanjaan pada kuartal III/2021 di kawasan Jabodetabek melanjutkan tren penurunan. Pada kuartal III/2021, tingkat keterisian hanya berada di level 71,2 persen atau turun sekitar 7 persen sejak kuartal II/2020. Alphonzus menjelaskan tantangan yang dihadapi pengelola pusat perbelanjaan adalah sulitnya menemukan penyewa pengganti selama pandemi.

“Namun saat ini para penyewa sudah mulai semangat kembali dan kepercayaan sudah mulai pulih untuk kembali memulai membuka usaha baru karena tren tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan yang terus meningkat sejak pemerintah memberlakukan pelonggaran mulai awal Agustus 2021,” kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper