Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ConocoPhillips Hengkang dari RI, Lampu Merah Investasi Migas!

ConocoPhillips Hengkang dari RI dan melepaskan aset-asetnya kepada PT MedcoEnergi. Indikasi lampu merah investasi migas?
Suasana pameran The 41st Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2017, di Jakarta, Rabu (17/5)./JIBI-Dwi Prasetya
Suasana pameran The 41st Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2017, di Jakarta, Rabu (17/5)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - ConocoPhillips, Perusahaan minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat memutuskan untuk melepas asetnya di Indonesia yaitu blok Corridor kepada PT MedcoEnergi. Keputusan akan menambah rentetan daftar perusahaan internasional yang hengkang dari dalam negeri.

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal mengatakan keputusan ConocoPhillips menjadi suatu indikasi kuat kalau kemungkinan negara lain lebih menarik, sehingga tolak ukur perlu dilakukan kepada sesama produsen migas yang juga berlomba-lomba menarik investasi asing masuk ke negaranya.

"Kita di Indonesia, di Industri Migas sudah lama lampu merah sebenarnya, sudah bertahun-tahun terjadinya penurunan investasi di sektor migas," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (9/12/2021).

Indonesia, imbuhnya, harus bisa leluasa dalam memberikan kebijakan dan harus bisa beradaptasi dengan pasar investasi yang terus berubah dan berkembang yang menawarkan sesuatu nilai tambah.

Pasalnya, kriteria investor tidak hanya mengukur pengembalian investasi, namun hal-hal seperti kepastian hukum dan faktor-faktor lainnya juga menjadi pertimbangan.

Adapun, PT Medco Energi Internasional Tbk. telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh saham yang diterbitkan ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (CIHL) dari Phillips International Investment Inc., yang merupakan anak perusahaan dari ConocoPhillips.

CIHL memegang 100 persen saham di ConocoPhillips (Grissik) Ltd. (CPGL) dan 35 persen saham di Transasia Pipeline Company Pvt. Ltd. CPGL adalah Operator dari Corridor PSC dengan kepemilikan 54 persen working interest. Corridor PSC memiliki dua lapangan produksi minyak dan tujuh lapangan produksi gas berlokasi di onshore Sumatera Selatan, Indonesia.

Mayoritas produksi adalah gas yang dijual melalui kontrak jangka panjang kepada para mitra yang handal di Indonesia dan Singapura. Melalui Transasia, MedcoEnergi akan memiliki saham minoritas pada jaringan pipa gas yang menyuplai pelanggan di Sumatra Tengah, Batam, dan Singapura. Setelah Transaksi, proforma pedoman MedcoEnergi 2022 untuk segmen migas adalah produksi 155 mboepd, belanja modal US$275 juta dan biaya kas per unit di bawah US$10 per boe.

Transaksi tersebut diharapkan selesai pada kuartal I/2022, dengan mengikuti persyaratan yang berlaku umum serta persetujuan para pemegang saham di rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan diadakan sesuai jadwal.

Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi mengatakan akuisisi Corridor sesuai dengan strategi yakni memiliki dan mengembangkan aset berkualitas tinggi serta menghasilkan arus kas positif.

"Untuk seluruh operasi, kami berkomitmen untuk tetap menjaga standar keselamatan kerja yang tinggi, pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial. Akuisisi ini akan memperkuat posisi MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen terkemuka di Indonesia dan memperkuat komitmen kami dalam pembangunan nasional," ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper