Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AIA Group Divestasi Proyek Batu Bara Senilai Hampir Rp144 Triliun

AIA menyelesaikan seluruh penjualan portofolio ekuitas dan pendapatan tetap yang dikelola langsung pada Oktober, tujuh tahun lebih cepat dari target awalnya, menurut sebuah pernyataan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  10:00 WIB
AIA Group Divestasi Proyek Batu Bara Senilai Hampir Rp144 Triliun
fasilitas conveyor belt di salah satu tambang batu bara Australia - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - AIA Group Ltd., telah mencabut investasi senilai miliaran dolar di bidang tambang batu bara dan proyek terkait pembangkit tenaga batu bara karena ada tekanan untuk meninggalkan sektor tersebut.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (7/12/2021), perusahaan asuransi menyelesaikan seluruh penjualan portofolio ekuitas dan pendapatan tetap yang dikelola langsung pada Oktober, tujuh tahun lebih cepat dari target awalnya, menurut sebuah pernyataan.

Perusahaan juga menyatakan tidak akan melakukan investasi baru dalam bisnis yang berkaitan dengan batu bara.

"Bagian yang bisa kami beri kontribusi terbesar dan dampak terbesar adalah melalui investasi kami. Melalui pendekatan terporgram, kami mampu menyelesaikan divestasi mendekati US$10 miliar dari aset di perusahaan," ujar Chief Executive Officer Lee Yuan Siong dalam sebuah wawancara di Hong Kong.

Sponsor dari klub sepakbola Tottenham Hotspur ini telah bergabung dengan sejumlah institusi dan korporasi seperti Harvard University dan Allianz Global Investors dalam membatasi kepemilikannya. Dalam penelitian oleh kampanye Insure Our Future, 65 perusahaan asuransi dengan aset gabungan sebesar US$12 triliun sejauh ini telah melakukan divestasi dari batu bara.

Menurut Lee, melakukan divestasi pada obligasi dan pinjaman lebih sulit karena terkait dengan jatuh tempo dan kurang likuid. Perusahaan dengan aset lebih dari US$200 miliar ini juga berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada 2050.

AIA membeli obligasi hijau dan juga telah memiliki daftar pengecualian untuk memastikan terhindar dari investasi di industri polutan besar. Selama beberapa tahun terakhir, intensitas karbon dari kepemilikan ekuitas AIA telah menurun, kata Lee.

Operasional emisi AIA akan diawasi oleh Komite Pengarah Iklim dan Net-Zero yang akan langsung dilaporkan kepada Lee. Chief Investment Officer AIhttps://www.bisnis.com/topic/3431/aiaA akan melakukan pengawasan langsung terhadap integrasi komitmen net-zero ke dalam portofolionya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara aia divestasi

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top