Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Nataru, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Terkendali

Pemerintah melaporkan 11 komoditas pangan dalam kondisi surplus.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 November 2021  |  16:41 WIB
Cabai di salah satu pasar di Batam. - Bisnis/Bobi Bani
Cabai di salah satu pasar di Batam. - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, LEMBANG — Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pangan saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 terkendali. Kepastian itu menyusul prognosis  11 komoditas pangan yang dipantau pemerintah dalam kondisi surplus.

Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan Risfaheri mengatakan kementeriannya telah mengantisipasi potensi kenaikan permintaan bahan pangan di momentum Nataru dengan melakukan pemantauan stok dan harga pangan secara berkala.

“Secara nasional stok pangan kita aman, kita terus melakukan pemantauan agar tidak terjadi kelangkaan pasokan yang menyebabkan lonjakan harga yang tidak terkendali,” kata Risfaheri melalui siaran pers, Selasa (30/11/2021).

Berdasarkan prognosis pangan, neraca beras mengalami surplus hingga 9,3 juta ton dengan perhitungan perkiraan ketersediaan dari produksi dalam negeri 2021 ditambah carry over tahun sebelumnya mencapai 39 juta ton. Sementara perkiraan kebutuhan dalam negeri sebesar 29,6 juta ton.

Ketersediaan komoditas lainnya seperti cabai dan telur juga mencukupi dan masih surplus hingga akhir desember 2021. Cabai besar surplus sebesar 17.000 ton, cabai rawit 14.000 ton, telur ayam ras 23.000 ton.

Selain itu, Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sarwo Edhy berharap kondisi pasokan pangan tetap aman dan terkendali.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kita berharap pandemi yang masih berlangsung ini kita semakin kuat dan bertahan terutama dengan menjaga ketersediaan pangan terutama di daerah-daerah yang masyarakatnya mayoritas merayakan natal,” kata Sarwo.

Selain melakukan pemantauan pasokan, Kementan juga melakukan intervensi distribusi dari daerah surplus atau kelebihan produksi ke daerah defisit maupun yang mengalami lonjakan harga.

"Berbagai intervensi bantuan distribusi telah kami lakukan, antara lain dalam menjaga stabilasasi pasokan dan harga telur, jagung pakan dan cabai," kata dia.

Stabilisasi pasokan dan harga pangan juga diupayakan dengan memotong rantai pasok pangan melalui optimalisasi Pasar Mitra Tani (PMT) yang ada di seluruh Indonesia.

PMT menjual bahan pangan di bawah harga pasar karena memotong rantai pasok dengan membeli produk pangan langsung dari petani atau kelompok tani atau produsen pangan lainnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan kementerian pertanian Natal dan Tahun Baru
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top