Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Basuki Minta Program Pamsimas Dahulukan Daerah Kering

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta jajarannya untuk mendahulukan wilayah yang tidak terdapat air untuk Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 November 2021  |  20:06 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta jajarannya untuk mendahulukan wilayah yang tidak terdapat air untuk Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Saya minta Program Pamsimas diutamakan untuk daerah-daerah yang tidak ada air, lalu kita carikan air. Bukan kita bikin proyek di daerah yang sudah banyak air. Kepada para pengelola dan kepala daerah, tolong bisa memperbanyak Program Pamsimas di daerah yang langka air,” ujarnya dalam Rakornas Pamsimas III 2021, Kamis (25/11/2021).

Pamsimas merupakan program pemberdayaan masyarakat di bidang air minum dan sanitasi yang melibatkan masyarakat secara aktif, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, dan pengelolaan.

“Air minum dan sanitasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dapat menekan angka kemiskinan dan stunting. Terjadinya kuntet karena ketiadaan air minum dan sanitasi,” katanya. 

Dia menuturkan, Program Pamsimas telah berlangsung selama 14 tahun sejak 2008. Hingga saat ini, Pamsimas telah berhasil memberikan kontribusi capaian akses air minum kepada 23,57 juta jiwa, dan sanitasi kepada 16,44 juta jiwa yang tersebar di 33 provinsi, 408 kabupaten/kota, serta lebih dari 35.000 desa.

“Capaian ini melebihi target yang telah ditetapkan pada awal Program Pamsimas. Dengan capaian yang besar tersebut, maka terdapat juga tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungannya,” ucapnya.

Basuki menekankan, pembangunan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di perdesaan harus berfokus pada optimalisasi, pemeliharaan, operasi, dan rehabilitasi (OPOR) untuk memastikan keberlanjutannya.

Program Pamsimas juga meningkatkan kepedulian pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk sektor air minum dan sanitasi, serta meningkatkan jumlah kabupaten yang mereplikasi Program Pamsimas dengan dana APBD.

Kementerian PUPR, lanjutnya, dalam tiga tahun ke depan akan sangat selektif perihal pembangunan infrastruktur baru, kecuali ada perintah pembangunan baru Pamsimas dari Presiden.

“Tapi kalau tidak perintah Presiden, kami kebanyakan OPOR-nya itu, memanfaatkan apa yang sudah kita bangun. Jadi pembangunan selama ini tetap bisa bermanfaat,” ucapnya.

Program Pamsimas prinsipnya menciptakan dan menyediakan sarana untuk daerah-daerah yang tidak memiliki air serta sanitasi, bukan di daerah yang sudah memiliki air justru dibangun Pamsimas.

Sebab, di daerah yang airnya melimpah, masyarakat sudah bisa menyalurkan sendiri ke rumah masing-masing, sehingga tidak memerlukan pembangunan dari pemerintah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pamsimas Kementerian PUPR
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top