Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkeu Ungkap Asal Dana Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp4,3 Triliun

Menkeu Sri Mulyani menyebut asal dana proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan mendapatkan PMN Rp4,3 triliun.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 08 November 2021  |  16:11 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (5/10/2021) -  Biro KLI / Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (5/10/2021) - Biro KLI / Kemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan sumber pendanaan untuk kelanjutan mega proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan disuntikkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp4,3 triliun.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Sri Mulyani menyebut suntikan modal yang disalurkan melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI itu bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang totalnya Rp20,1 triliun untuk tiga entitas termasuk KAI.

"Untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung, kebutuhan untuk memenuhi base ekuitas sebesar Rp4,3 triliun," katanya, Senin (8/11/2021).

Menkeu menyebut pemanfaatan SAL sebesar Rp20,1 triliun itu akan diberikan kepada KAI sebesar Rp6,9 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp4,3 triliun akan ditujukan untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Proyek ini lanjutnya, sebelumnya memang menggunakan skema business to business. Artinya, BUMN yang seharusnya memenuhi kewajiban pendanaan. Namun karena KAI mengalami pukulan karena situasi pandemi, maka mereka tidak bisa memenuhi ekuitas awal Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"PT Kereta Api mengalami pukulan dari situasi Covid-19, jumlah penumpang merosot tajam maka kemampuan BUMN untuk memenuhi ekuitas awal dari kereta cepat tidak bisa dipenuhi oleh mereka. Sehingga pemerintah memasukkan Rp4,3 triliun kepada PT KAI untuk memenuhi base ekuitas awal penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung," ucap Menkeu.

Sebelumnya PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengaku siap menjalankan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sesuai dengan instruksi pemerintah beserta para pemegang saham.

"Kami siap menjalankan perintah pemerintah dan pemegang saham untuk melaksanakan percepatan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung [KCJB]," kata Sekretaris Perusahaan KCIC Mirza Soraya kepada Bisnis.com beberapa waktu lalu.

KCIC resmi mendapatkan persetujuan dari pemerintah terkait dengan penyertaan modal negara (PMN) untuk kelanjutan proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu.

Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung kini sudah mencapai lebih dari 79 persen.

Masuknya investasi pemerintah melalui PMN kepada PT KAI selaku leading konsorsium, menurutnya bakal mengakselerasi pengerjaan proyek setelah sempat tersendat akibat dampak pandemi Covid-19.

"Saat ini, rangkaian kereta atau Electric Multiple Unit [EMU] untuk proyek tersebut sudah memasuki tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation [CRRC] Sifang di Qingdao, China, dengan sistem manajemen mutu terstandarisasi internasional ISO 9001," kata Dwiyana.

Adapun dia memerinci, PMN yang akan dialokasikan pemerintah untuk proyek ini sebesar Rp4,3 triliun. Dana itu akan dipakai untuk membayar base equity capital atau kewajiban modal dasar dari konsorsium. Sedangkan pinjaman China Development Bank (CDB) diprediksi sebesar US$4,55 miliar atau sekitar Rp64,9 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkeu Kereta Cepat
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top