Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LRT Jabodebek Tabrakan, Dirut INKA Minta Maaf ke Luhut

Direktur Utama PT Industri Kereta Api Budi Noviantoro menyampaikan permohonan maaf khusus kepada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang selama ini telah banyak membantu dalam pengembangan proyek tersebut.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  18:50 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjajal kereta LRT Jabodebek pada Rabu 9 Juni 2021 / Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjajal kereta LRT Jabodebek pada Rabu 9 Juni 2021 / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pihak terkait insiden Kecelakaan yang dialami Lrt jabodebek pada siang tadi di antara Stasiun Ciracas dan Stasiun Harjamukti atau di sekitar wilayah Cibubur, Jakarta Timur.

Dalam pernyataannya, Budi menyampaikan permohonan maaf khusus kepada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang selama ini telah banyak membantu dalam pengembangan proyek tersebut.

"Saya atas nama Dirut dan semua PT INKA mohon maaf kepada semua pihak, Kementerian Perhubungan, BUMN dan juga Menko Marves khususnya yang sudah membantu INKA, yang luar biasa. Kemudian kepada KAI dan lainnya," kata Budi dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Budi menjelaskan kecelakaan ini terjadi saat proses pengujian. Tabrakan melibatkan dua rangkaian yaitu trainset 20 dan trainset 29 LRT Jabodebek. Rencananya, trainset 29 itu akan diuji oleh tim dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Dia menyebut rangkaian kereta untuk LRT itu tersebar di sepanjang jalur di antara dua stasiun tersebut. Kecelakaan kemudian terjadi saat trainset 29 dari Ciracas hendak menuju Harjamukti. Tabrakan diduga terjadi karena langsiran terlalu cepat.

"Ini terindikasi, nanti KNKT [Komite Nasional Keselamatan Transportasi] yang menentukan, terindikasi [karena] langsiran yang terlalu cepat," ujarnya.

Budi menuturkan kecepatan untuk langsir normalnya 5 km/jam. Sementara saat kejadian, diduga masinis melaju terlalu cepat.

Hal itu, tambah dia, tentu menyalahi prosedur yang ada sehingga terindikasi adanya human error. Kendati demikian, Budi menegaskan untuk penyebab pastinya, pihaknya masih akan menunggu hasil investigasi dari KNKT.

"Pasti [menyalahi prosedur], terindikasi adanya human error dimana masinis pada saat langsir kecepatannya melebihi, tapi nanti itu akan dijelaskan lebih lanjut dari investigasi KNKT. Tapi indikasi awal berdasarkan situasi di lapangan seperti itu," imbuhnya.

Sebelumnya dalam kegiatan Pelepasan Kereta LRT Jabodebek Trainset ke-31 di Kantor Pusat PT INKA Madiun beberapa waktu lalu, Luhut mengungkapkan pentingnya proses alih teknologi yang terjadi dalam pelaksanaan proyek ini.

Luhut mengingatkan agar PT INKA, PT LEN, dan seluruh BUMN yang terlibat dalam produksi rangkaian kereta ini untuk terus melakukan pengujian dan memastikan setiap detail produksi dilakukan dengan baik sesuai standar internasional.

“Dengan demikian kita bisa semakin bangga untuk menunjukkan bahwa bangsa kita mampu memproduksi kereta api dengan teknologi yang canggih seperti ini," tutur Luhut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya kecelakaan lrt jabodebek
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top