Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manfaatkan Momentum Harga Minyak, SKK Migas Revisi Rencana Pengembangan Proyek Mangkrak

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan merevisi sejumlah asumsi dalam plan of development proyek-proyek yang sempat tersendat karena masalah keekonomian.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 Oktober 2021  |  20:25 WIB
Manfaatkan Momentum Harga Minyak, SKK Migas Revisi Rencana Pengembangan Proyek Mangkrak
Ilustrasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan merevisi sejumlah asumsi dalam plan of development proyek-proyek yang sempat tersendat karena masalah keekonomian.

Hal tersebut dilakukan menyusul kenaikan harga minyak yang tengah terjadi saat ini.

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan, rencana-rencana pengembangan lapangan migas yang sempat tersendat karena masalah keekonomian akan menjadi perhatian untuk bisa memanfaatkan kondisi harga minyak yang sedang baik.

Benny menjelaskan, rencana pengembangan lapangan atau plan of development (POD) yang mangkrak akan dievaluasi oleh SKK Migas agar nantinya bisa berlanjut.

Menurut dia, mangkraknya rencana pengembangan bisa disebabkan karena harga yang lebih rendah dari asumsi awal, atau kontraktor mengalami kendala finansial dalam pelaksanaannya.

Untuk itu, SKK Migas akan merevisi POD tersebut melalui asumsi harga yang lebih optimistis dengan kondisi saat ini.

“POD mangkrak kami akan revisi lagi dengan asumsi harga yang lebih optimistis dari asumsi saat itu,” katanya dalam paparannya, Selasa (19/10/2021).

Benny juga menuturkan, kenaikan harga minyak dunia pada umumnya akan berpengaruh terhadap peningkatan investasi di sektor hulu migas.

Namun, untuk yang terdampak langsung dengan sentimen tersebut adalah proyek-proyek yang bisa langsung masuk ke tahap produksi.

“Tapi ada isu, ada proyek yang instan. Berapa yang memang bisa instan, maka itu yang diproduksi. Shell misalnya, itu jadi bisa lebih cepat di-monetize. Ini untuk memanfaatkan harga naik. Nah, untuk case kita, sumur-sumur didorong untuk lebih banyak karena keekonomian membaik dan berdampak pada produksi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas hulu migas
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top