Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maskapai ANA Bakal Operasikan Sistem Pesawat Campuran A380 dan A320

Maskapai asal Jepang tersebut merupakan operator pertama di dunia yang memperkenalkan penerbangan pesawat campuran (Mixed Fleet Flying/MFF) dengan kedua tipe tersebut.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 15 Oktober 2021  |  13:30 WIB
Jepang All Nippon Airways - HIS Travel
Jepang All Nippon Airways - HIS Travel

Bisnis.com, JAKARTA – All Nippon Airways (ANA) akan memperkenalkan penerbangan pesawat campuran (Mixed Fleet Flying/MFF) untuk tipe pesawat A380 dan A320 setelah mendapat persetujuan dari Biro Penerbangan Sipil Jepang atau  JCAB.

Maskapai asal Jepang tersebut merupakan operator pertama di dunia yang memperkenalkan MFF dengan kedua tipe tersebut.

Head of North Asia region untuk Airbus dan President of Airbus Stéphane Ginoux Japan menjelaskan MFF hanya berlaku bagi pesawat Airbus. Dek penerbangan dan sistem kontrol pesawat ini memungkinkan pilot untuk disertifikasi dan mengoperasikan lebih dari satu jenis dari lini produk fly-by-wire Airbus secara reguler dan bersamaan.

“Dalam penerbangan yang dilakukan ANA, sistem ini akan memungkinkan kru pesawat untuk menerapkan pola gabungan layanan penerbangan jarak pendek dan jarak jauh,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (15/10/2021).

Kesamaan dalam pesawat-pesawat Airbus dapat ditemukan mulai dari dek penerbangan hingga ke kabin penumpang, dengan memaksimalkan penggunaan sistem, panel kontrol, dan prosedur yang menyerupai satu sama lain antar berbagai keluarga pesawat.

Tingkat kesamaan teknis yang unik antara pesawat fly-by-wire Airbus juga menyederhanakan prosedur perawatan, sehingga mengurangi biaya secara signifikan.

“Kami senang bahwa pengoperasian A320 dan A380 MFF telah disetujui oleh JCAB dan ANA telah menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang memperkenalkannya,” jelasnya.

MFF, sebutnya, juga menawarkan peningkatan fleksibilitas dan efisiensi biaya kepada maskapai-maskapai penerbangan. Peningkatan pendapatan per jam kerja pilot karena kurangnya jeda tunggu dan waktu henti menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan.

Tak hanya itu, sambungnya, MFF juga memungkinkan maskapai penerbangan untuk menukar pesawat berukuran berbeda hanya dengan pemberitahuan singkat tanpa menimbulkan masalah dalam penjadwalan kru, dan memungkinkan penyesuaian kapasitas pesawat berdasarkan besarnya permintaan penumpang dengan lebih baik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airbus all nippon airways
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top