Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi soal Tambang: Kita Jangan Hanya Jadi Tukang Gali!

Presiden Jokowi menekankan pentingnya penghiliran di sektor pertambangan bagi kemajuan bangsa dan negara.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  13:35 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020  -  Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya penghiliran di sektor pertambangan bagi kemajuan bangsa dan negara.

Menurutnya, Indonesia harus mampu mengolah hasil tambangnya sendiri sehingga ekspor bahan mentah atau raw material yang tidak memiliki nilai tambah bisa dihentikan.

“Artinya apa, kalau tambang ya kita jangan hanya menjadi tukang gali saja,” kata Jokowi kepada peserta PPSA XXIII dan PPRA LXII Tahun 2021 Lemhannas RI, dikutip dari YouTube Setpres, Rabu (13/10/2021).

Hal yang sama juga berlaku bagi pemanfaatan sumber daya alam lainnya seperti pertanian, perkebunan, perhutanan, hingga perikanan.

Kepala Negara meminta hasil sumber daya alam harus bisa diolah di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah maksimal bagi kepentingan nasional.

“Pada saat kita mendapatkan booming kayu, hanya tebang-tebang tapi tidak ada industri perkayuan atau permeubelan,” ujarnya.

Jokowi berharap Indonesia bisa menghasilkan produk bernilai tambah tinggi hasil kombinasi pemanfaatan kekayaan alam dengan kearifan dan teknologi yang melestarikan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pertambangan
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top