Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pembukaan Bali, Industri Pariwisata Lakukan Penyesuaian Bisnis

Pelaku usaha yang bergerak di sektor perhotelan melakukan sejumlah penyesuaian menjelang uji coba pembukaan Bali bagi turis asing besok.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  20:51 WIB
Sejumlah pengendara melintas di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). - Antara/Nyoman Budhiana\n
Sejumlah pengendara melintas di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). - Antara/Nyoman Budhiana\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha yang bergerak di sektor perhotelan melakukan sejumlah penyesuaian menjelang uji coba pembukaan Bali bagi turis asing besok.

Langkah itu berkaitan dengan penyesuaian kondisi arus kas perusahaan terkait dengan ongkos operasional selama momentum pemulihan di sektor turisme itu.

“Yang menjadi kendala itu di pembiayaan pada lini usaha kami di industri. Akhirnya, distrategikan bahwa karyawan itu bekerja secara pukul rata, mungkin hanya 30 persen yang bekerja dan tidak mengenal jobdesk,” kata Ketua Umum DPP Association of Hospitality Leader Indonesia I Ketut Swabawa dalam Travel Industry Webinar Berkolaborasi Menuju Pemulihan Sektor Pariwisata Nasional Sebagai Dampak Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Agoda dan Bisnis Indonesia, Rabu (13/6/2021).

Pelaku usaha, kata Swambawa, juga tengah menata ulang operasi hotel saat momentum uji coba pembukaan Pulau Dewata itu.

Misalkan, Swambawa mengatakan, pelaku usaha mengurangi waktu operasional maupun fasilitas yang tersedia di setiap hotel.

“Lalu penyesuaian pemasaran yang disesuaikan dengan kondisi pasar dan daya beli wisatawan pada masa pandemi, dan turut melihat peluang MICE belakangan ini,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah negara di Eropa disebutkan berkomitmen untuk mengirimkan warganya plesir ke Bali seiring dengan rencana uji coba pembukaan destinasi wisata bagi turis internasional.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat memberikan konferensi pers mingguan kepada awak media secara daring, Senin (11/10/2021).

“Kami mengusulkan beberapa negara di Eropa yang belum masuk dalam daftar negara yang boleh masuk seperti disampaikan pak Menko Marves, negara-negara yang banyak memberikan komitmen seandainya dibuka, mereka akan mengirimkan dalam bentuk charter flight,” kata Sandi.

Sejumlah negara yang dimaksud Sandi itu di antaranya Rusia, Ukraina, dan negara-negara Eropa Barat. Menurut Sandi, sejumlah negara yang menyatakan minatnya itu masih menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia.

“Walaupun ini disampaikan secara last minute tapi kami sudah mendapatkan konfirmasi kalau keputusan itu segera diterbitkan, dalam waktu ke depan ini akan ada penerbangan awal yang akan mendarat pada 14 Oktober 2021,” kata dia.

Dengan demikian, Sandi optimistis destinasi wisata di Bali masih menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara untuk berlibur selepas pandemi Covid-19.

“Jangan cemas, Bali ini masih top of mind dari wisatawan mancanegara dunia, kami optimistis akan menerima segera konfirmasi pengajuan landing request atau landing permit dari beberapa maskapai,” kata dia.

Seperti diketahui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan menegaskan bahwa pembukaan perjalanan internasional di Bandara Ngurah Rai per 14 Oktober 2021 berlaku selama otoritas bandara telah memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, tes, dan kesiapan Satgas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata bali
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top